Beri Saya Alasan (Alam dan Saya)

Ilustrasi. [credit: notey.com]

Saya ini bukan orang yang mudah nyaman di keramaian. Mall dan tempat umum bukan lah tempat favorit saya. Karena saya lebih suka berada di alam terbuka.

Sepatu dengan hak tinggi bukan jenis sepatu favorit saya. Karena selain menghambat jalan saya, ukuran sepatu saya hanya tersedia sepatu ukuran laki-laki. Sepatu dengan hak tinggi hanya jadi hiasan dinding. Sepatu boot, flat shoes, sandal jepit karet atau pun tanpa sepatu sekalipun adalah pilihan paling pas untuk saya.

Saya cukup nyaman berada bersama dengan alam. Bermain dengan angin. Membentuk format kode semesta dengan suara gesekan daun. Membaca pesan yang di bisik kan alam.

Tapi seperti nya ada sesuatu di luar alam yang memanggil saya untuk keluar. Apakah itu tentang keharmonisan alam? Atau ada yang melakukan sesuatu sehingga menggeser beberapa hal penting. Allah masih menjaga semua nya dengan sempurna. Apakah saya masih harus keluar dari habitat saya?

Beri saya alasan lain yang kuat.

Dunia ini hanya bayangan dari alam yang sebenarnya. Banyak orang yang menyia-nyiakan anak panah kehidupan mereka. Kebenaran dalam kehidupan ini tidak bisa semerta-merta di ikuti melalui pemikiran kita sendiri. Seperti mengikuti bayangan burung di angkasa yang luas.

Rasanya sudah banyak orang yang cukup ahli di luar sana. Bahkan rasanya sudah lebih-lebih. Apakah saya ini masih diperlukan untuk keluar?

Adakah alasan untuk saya?

Kehidupan abadi akan tampak saat mampu melihat keindahan cara kerja Allah. Dunia dengan ketajaman dan kemampuan melihat pagelaran cerita kehidupan penuh pelajaran dari Allah.

Beri saya alasan kuat untuk bergabung kembali dengan kehidupan.

Saya memperhatikan kondisi awal dan akhir makhluk dalam setiap perjalanan. Tidak semua lolos dari pemujaan kehidupan di kulit luar dan tipuan wujud bayang-bayang kehidupan. Apakah itu posisi mu di pekerjaan duniawi mu, kecantikan dan ketampanan paras mu, atau bahkan semua keberhasilan mu. Mereka yang berhasil, akan tumbuh mendekati Allah.

I saw you and became that empty
This emptiness, more beautiful than existence
It obliterates existence, yet when it comes
Existence thrives and creates more existence
My journey goes on
To praise is to praise
How one surrenders to emptines

Return back to my self
Be pure emptiness
My soul said
It was for you, God created universe
Every story is ours.

That is who we are
Who we are
HIS lovely creation

* a notes of nature priest*

Tristiningsih Dian Ekoputri