Sekolah Pemikiran Islam Fatahillah Kembali Digelar

Selasa, 23 Februari 2016, Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Fatahillah, Jakarta, sukses menggelar perkuliahan perdana untuk angkatan keempatnya. Kuliah perdana SPI Fatahillah tersebu digelar di Aula INSISTS yang beralamat di Jalan Kalibata Utara II No. 48, Jakarta Selatan. Sebelumnya, SPI di Jakarta telah digelar sebanyak tiga angkatan sejak tahun 2014. Kini, sejak angkatan keempat, SPI di Jakarta resmi mengambil nama Fatahillah. “SPI sengaja menggunakan nama Fatahillah untuk mengenang tokoh besar Islam di Jakarta tersebut,” ujar ustadz Akmal.

Kuliah perdana tersebut dimoderatori oleh Chandra Yudhangkara dan dibuka oleh Asep Rizal Muldiansyah, selaku Kepala Sekolah. Perkuliahan diawali dengan kegiatan ta’aruf singkat antar peserta, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan seputar sejarah SPI, juga peraturan, tata tertib, dan mekanisme perkuliahan yang disampaikan oleh Ustadz Akmal, M.Pd.I., selaku Kepala SPI Pusat.

SPI pada awalnya merupakan program yang digagas oleh komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ). Alasan digagasnya SPI, menurut tokoh yang biasa disapa Kang Akmal, tidak bisa lepas dari geliat pemikiran Islam liberal di Indonesia, khususnya di kampus-kampus. “Berkembangnya pemikiran liberalisme Islam di kampus belum mampu direspon secara maksimal oleh para aktivis dakwah kampus,” ujar Kang Akmal. Untuk menghadapi tantangan tersebutlah SPI dibentuk.

Mulai di angkatan ketiga, SPI sudah tidak lagi dikelola secara langsung di bawah ITJ. Meski begitu, sebagian besar pengurus SPI Fatahillah masih merupakan pengurus ITJ. “SPI ini rohnya adalah ITJ,” tandas Kang Akmal.

“Bagi seorang pemuda Muslim, menuntut ilmu adalah kebutuhan. Dengan Islam sebagai worldview, peradaban Islam menjadi peradaban yang tangguh sepanjang zaman. Sekolah Pemikiran Islam mengajarkan saya betapa kayanya khazanah pemikiran peradaban Islam berabad lalu, kini, bahkan hingga sepanjang zaman,” ungkap Ahmad Firdaus, mahasiswa program studi Sosiologi Pembangunan, Universitas Negeri Jakarta, alumnus SPI angkatan pertama, ketika ditanya tentang pengalamannya mengikuti SPI.

Tak ketinggalan, Izzudin Al Qosam, salah seorang peserta SPI angkatan keempat juga menyampaikan harapannya untuk SPI. “SPI merupakan program yang sangat baik, harus bisa membekali generasi muda Islam sebagai calon pemimpin masa depan dalam menghadapi krisis intelektual Islam masa kini,” ujar Izzudin.

SPI Fatahillah angkatan keempat mayoritas diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai kampus, antara lain Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), STID Al-Hikmah, LIPIA, STID Al-Manar, dan lain-lain. Selain itu, peserta juga ada yang berasal dari kalangan pekerja. Total sebanyak 32 orang peserta hadir pada kuliah perdana yang dimulai ba’da Maghrib dan selesai pada pukul 20.30 WIB. Usai perkuliahan, para peserta dan panitia ikhwan melaksanakan sholat Isya berjama’ah di mushola INSISTS.

Para peserta SPI Fatahillah akan menjalani masa perkuliahannya selama beberapa bulan ke depan, yaitu hingga Mei 2016. Perkuliahan dilaksanakan sebanyak 15 pertemuan setiap hari Selasa.

Dzaqi Arrafi