Rini Lebih Berpihak kepada Kepentingan Asing

Bos BUMN kembali berulah, kali ini Rini dengan pandainya mencoba mengelabuhi rakyat Indonesia. Benar adanya bahwa Menteri Badan Usaha Milik Negara memiliki kekuasaan dalam mengatur dan mengkondisikan semua perusahaan plat merah yang memang berada di bawah wewenangnya.

Yang harus di ingat dengan baik oleh Rini Soemarno adalah pengangkatan dan pencopotan status beliau sebagai mentri merupakan hak mutlak dari Presiden Jokowi yang notabene mengemban tugas mulia dari Rakyat Indonesia. Oleh karena itu semua tindakan mentri seharusnya bertujuan untuk mensejahterakan Rakyat Indonesia dan bukan sebaliknya.

Alih-alih mensejahterakan rakyat, tampaknya Rini lebih berpihak kepada kepentingan asing dan konglemerat yang memiliki histori sangat dalam dengan dirinya. Peluang optimalisasi BUMN untuk mencapai peningkatan value dari Perusahaan plat merah milik Pemerintah tidak dianggap penting oleh Bos BUMN yang layak di copot ini. Rini lebih senang bermain angka-angka dan proyek besar yang tentu saja baik jika terkait dengan keuntungan yang akan di rasakan oleh Rakyat Indonesia.

Kenyataannya, tindakan menteri serakah yang satu ini dalam penandatanganan hutang sebesar 42 triliun rupiah dalam bentuk setara dengan hutang sebesar 3 Miliar USD bagi 3 institusi penggerak motor ekonomi rakyat yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dengan Cina. Tindakannya itu berpotensi lepasnya 3 Bank besar ini ke tangan asing.

Ulah Rini yang kebablasan ini sudah tercium oleh rakyat Indonesia, bahkan FITRA (Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran) melalui Sekretaris Jenderal Yenny Sucipto menuding mentri wanita yang satu ini akan menggadaikan aset-aset terbaik bangsa termasuk Bank terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Caranya? Berhutang kepada Cina dengan mata uang USD yang bersifat progresif terhadap Rupiah yang dapat berujung bencana terulangnya kasus privatisasi aset bangsa dalam jumlah yang sangat besar dan berdampak buruk bagi rakyat dari sisi ekonomi dan yang terpenting adalah harga diri bangsa Indonesia.

Masih beruntung bagi kita memiliki wakil rakyat dan presiden yang masih berpihak kepada kepentingan bangsa.

Melihat besarnya bahaya ancaman hutang dalam bentuk USD yang di terima dari Cina akan berujung pada swap saham Bank yang menerima, tampaknya Presiden Joko Widodo dan anggota DPR di parlemen akan dengan sekuat tenaga menjaga bahkan membatalkan rencana kebablasan yang di lakukan oleh menteri Rini.

Ini terlihat dengan adanya rencana pemanggilan oleh wakil rakyat terkait tindakan kebablasan Rini ini pada minggu terakhir bulan Oktober Bisa jadi masa jabatannya tidak akan lama lagi berakhir di akibatkan oleh tindakan yang sangat tidak konstitusional yang di lakukannya.

Kerugian negara sangat terang benderang dan penolakan sangat keras terjadi di berbagai lini. Kita lihat saja apakah Rini Soemarno sang Menteri BUMN yang harusnya menopang dan menguatkan BUMN tetapi justru menjual dan menggadaikan BUMN mampu bertahan dari tekanan rakyat Indonesia.

Joko, Cirebon