Hujan Salju Landa Arab Saudi, Kiamat Makin Dekat

Peristiwa langka itu kembali terjadi hari ini, Senin (2/11). Wilayah utara Arab Saudi diterjang hujan dan banjir es.Sementara kondisi ekstrem lainnya, seperti hujan deras turut melanda dua negara bekas Kekaisaran Persia, Iran dan Irak. Kiamat makin dekat?

Cuaca ekstrem seperti ini sedianya sudah terjadi sejak akhir Oktober lalu, di mana pakar iklim, Dr. Abd al-Aziz al-Rubaie memaparkan terjadi penurunan suhu di kawasan utara Teluk Persia. Para pakar meteorologi lainnya juga memprediksikan hujan deras selama dua hari di Laut Arab.

Sejak 30 Oktober lalu, 19 orang di kawasan Teluk Persia dilaporkan meninggal akibat cuaca ekstrem ini. Sementara di Saudi sendiri sudah lima orang meninggal karena banjir.

Salju adalah merupakan sumber komponen utama bagi terbentuknya tumbuhan, sungai di dunia. Saat ini berdasarkan penelitian sains, di jazirah tanah tandus arab tidak terkecuali di tabuk, palestina bahkan di gurun sahara sudah mulai dipenuhi dengan tumbuhan hijau dengan turunnya hujan salju.

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim)“

Berdasarkan penelitian Profesor Alfred Kroner, seorang ahli geologi terkemuka dunia, dari Department Ilmu Bumi, Institut Geosciences, Johannes Gutenburg University, Mainz, Germany – dia mengatakan bahwa Era Salju Baru (New Snow Age) saat ini telah dimulai, sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab, pada saat itu iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa dibantah.