Begini Sistem Pemilu di Turki yang Membuat AKP Tak Perlu Berkoalisi

Kemenangan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam pemilu di Turki membuat mereka dipastikan bisa memerintah tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Bagaimana itu terjadi? Berikut penjelasan tentang sistem pemilu di Turki.

550 kursi = Total Kursi di Parlemen
276 kursi = Berhak untuk membentuk pemerintahan tanpa koalisi
367 = kursi Berhak untuk mengubah konstitusi tanpa harus ada campur tangan dari partai lain

Perbandingan Persentase Suara Pemilu I (7 Juni 2015) dan Pemilu II (1 November 2015)

AKP I 41,0% II 49.3%
CHP I 25,0% II 25.4%
MHP I 16,3% II 12,0%
HDP I 13,2% II 10.6%

Perbandingan Total kursi yang diraih Pemilu I (7 Juni 2015) Pemilu II (1 November 2015)

AKP I 258 Kursi II 316 Kursi
CHP I 132 Kursi II 134 Kursi
MHP I 80 Kursi II 41 Kursi
HDP I 80 Kursi II 59 Kursi

Pada tanggal 7 Juni 2015 yang lalu, Turki telah berhasil mengadakan Pesta demokrasi yang di akhiri dengan hasil:

Ak Parti meraih 41% suara atau 258 kursi
CHP meraih 25% suara atau 132 Kursi
MHP meraih 16,3% suara atau 80 Kursi
HDP meraih 13,2% suara atau 80 kursi

Keadaan ini membuat mereka semua berada dibawah batas yang telah ditentukan untuk membentuk pemerintahan tanpa koalisi.

Karena tidak ada partai yang berhasil meraih minimal 276 kursi di parlemen. Maka agar terbentuk sebuah pemerintahan, pilihan yang memungkinkan :

1. Pemerintahan dengan koalisi Ak Parti – CHP atau Ak Parti – MHP atau Ak Parti – HDP
2. Pemerintahan koalisi CHP – MHP – HDP

Tetapi sampai tanggal yang telah ditentukan, tidak ada satu pun koalisi yang terbentuk.

Karena itu diputuskan Pemilu Ulang yang diselenggarakan pada tanggal 1 November 2015.

Hasil yang didapat dari pemilu hari ahad tgl 1 november 2015 kemarin :

Ak Parti – memperoleh 49.3% suara atau 316 kursi parlemen (+58 kursi dibanding pemilu 7 Juni).
CHP – memperoleh 25.4% suara atau 134 kursi parlemen (+2 kursi dibanding pemilu 7 Juni).
MHP – memperoleh 12.0% suara atau 41 kursi parlemen (-39 kursi dibanding pemilu 7 Juni).
HDP – memperoleh 10.6% suara atau 59 kursi parlemen (-21 kursi dibanding pemilu 7 juni).

Hasil ini menunjukkan bahwa Ak Parti dengan raihan suara 49.3% atau 316 kursi parlemen, berhak untuk membentuk pemerintahan sendiri tanpa perlu berkoalisi dengan partai manapun.