Resmikan Konferensi Adat Papua, Fahri Hamzah Dorong Dialog Konstruktif

Sebagai bagian dari acara kunjungan kerja ke Papua, Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat Fahri Hamzah membuka Pesta Budaya dalam rangka Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua III, Minggu (1/11/15).

Acara yang dihadiri sekitar 33 ketua adat dari seluruh Papua & Papua Barat juga diikuti sekitar 300 peserta. Acara ini merupakan acara besar 5 tahunan & berlangsung hingga 4 November 2015.

Di hadapan masyarakat, pejabat pemerintah setempat, pemuda, kepolisian dan militer, Fahri Hamzah mengingatkan pentingya pemerintah pusat menghormati kearifan lokal dan aspirasi publik. Semenjak reformasi 1998 amandemen UUD telah berlangsung 4 kali dan posisi pemerintah dan stakeholders negara yang lain makin berimbang dan di posisi yang seharusnya saling menghormati.

Disisi lain Fahri Hamzah menyampaikan bahwa ciri peradaban maju adalah dialog & ekspresi yang rasional melalui proses diskusi. “Masyarakat adat Papua kita percaya dapat bersama-sama memajukan Indonesia tanpa meninggalkan aspirasi dan kearifan lokalnya,” imbuhnya.

Sekretaris Dewan Adat Papua Leo Imbiri dalam sambutannya mengatakan sangat beruntung acara besar 5 tahunan itu akhirnya berlangsung meski sempat tertunda karena alasan perijinan. Ia juga bersyukur meski bergeser waktu, acara diberikan perhatian oleh pusat, dalam hal ini oleh DPR-RI. “Kami (dewan adat dan masyarakat Papua-red) berharap perhatian lebih serius dan pemerintah memfasilitasi acara yang sifatnya seperti ini agar dapat membawa sumbangsih bersama untuk kemajuan Indonesia, terutama kemajuan Papua,” tutup Leo.