Jokowi dan Kartu Mati Bernama Rini

Haruskah hancur Negara Indonesia yang kita cintai ini Pak Presiden? Jika di ibaratkan Jokowi nahkoda kapal berisi Rakyat Indonesia yang ingin kapal berlayar cepat dan mendekati lautan penuh harapan dengan Nawa Cita atau Tri Saktinya, di buritan kapal tanpa di sadari ada pembantu nahkoda bernama Rini yang melakukan tindakan dan mengatur agenda pengrusakan. Rini membuat lubang pada badan kapal yang berakibat karamnya kapal dengan seluruh penumpang yang ada dalam waktu yang tidak relatif lama.

Apakah perintah Jokowi dengan nilai kebangsaan dan perlindungan aset nasional tidak dapat di mengerti dan di pahami? Ataukah memang Rini memiliki agenda lain terhadap bangsa yang kita cintai bersama ini? Ia bermain dalam ombak lautan demi segenggam mutiara dengan cara mengorbankan satu persatu aset bangsa ke tangan asing.

Sehebat apapun Jokowi dalam menjalankan tugas pemerintahan, tujuan tidak akan pernah dapat di capai dengan optimal jika pembantu yang dapat di bilang pembantu utama dalam tugasnya memiliki tujuan berbeda. Perampokan dan penghancuran terhadap aset negara melalui perusahaan plat merah alias BUMN yang selama ini di lakukan oleh Rini sangat merugikan bagi Presiden secara khusus dan Rakyat Indonesia secara umum.

Kedekatannya dengan para cukong dan pengusaha besar asal Cina dan negara lainnya membuat menteri wanita yang satu ini menjadi tidak waras. Alih-alih fokus dan membesarkan BUMN, Rini fokus untuk lakukan gadai BUMN dan menabrak aturan dalam setiap tindakan blunder bagi bangsa ini yang di lakukannya.

Bagaikan kartu mati pada kabinet saat ini dan bagaikan nila setitik yang dapat merusak susu sebelanga. Pak Presiden Jokowi janganlah engkau sia-siakan kepercayaan kami yang telah memberikan dukungan padamu, segeralah ambil tindakan tegas bagi menteri Rini sebelum tidak hanya aset negara yang tergadaikan tetapi harkat dan martabat serta harga diri bangsa yang sudah berada di ujung tanduk.

Ryan, Depok