Senandung Al Qur’an di Taman Taichung

“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, niscaya mereka tersungkur atas muka sambil bersujud.” (QS. Al Isra’: 107)

Dari ayat di atas, bisa kita pahami bahwa semua kitab Allah yang telah diturunkan kepada hamba-Nya merupakan pengajaran bagi mereka yang tujuannya untuk memimpin dan memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Karena itu, wajib bagi para hamba Allah untum membaca dengan benar dan berulang-ulang. Berusaha memahami petunjuk Allah di dalamnya.

Petunjuk dari Al-Qur’an sudah begitu nyata dan jelas. Lalu, apakah kita sebagai umat Muslim masih enggan untuk membacanya?

Terkadang, dengan segudang alasan untuk absen dan tidak meliriknya pun banyak kita jumpai. Apa yang membuat kita malas sedangkan banyak petunjuk yang bakal kita dapatkan?

Sering kita mendengar alasan; aku repot, kerjaan banyak, nggak ada waktu baca, dan masih ada yang lain. Ngelus dada sambil beristigfar, Yaa Sholihat.

Di saat sebagian orang yang mempunyai banyak waktu luang untuk membaca. Namun dengan mudah mereka berkelit dengan alasan sibuk. Para pekerja Migran Indonesia di Taiwan dengan gigih berusaha mencari cara untuk tetap melafaskan Al-Qur’an. Entah mencuri waktu ketika si nenek-kakek nya terlelap tidur. Karena mereka sadar yang akan memberi syafaat kelak di yaumul Qiyamah adalah ayat-ayat yang pernah mereka lafadzkan.

Bermodal gadget kami menyatukan cinta ukhuwah. Di Taiwan, tak semua TKW mempunyai hak istimewa untuk libur. Namun, dengan kecanggihan teknologi kami bisa menjalin ukhuwah dan tetap menebar kebaikan.

Minggu, tanggal 25 Oktober 2015 kemarin di taman Taichung, Odojer Taiwan mengadakan acara Kopi Darat (Kopdar) ke-dua. Semangat kami membumikan Al-Qur’an tak ‘kan surut walaupun terhalang berbagai macam kendala. Acara berjalan dengan lancar dan sukses. Tilawah satu Juz sebagai simbul acara resmi dari Odoj, Asmaul husna, shalawatan, dan berakhir dengan silaturahmi antar Odojer yang sebelumnya hanya bersua lewat maya.

Itulah indah cinta dari langit. Kami merasa sebagai saudara. Do’a bersama untuk saudara kita di Indonesia yang mengalami bencana asap pun tak lupa kami senandungkan.
Taman Taichung, menjadi saksi bersejarah lantunan Ayat suci yang Kami persembahkan atas rasa persahabatan.

Marilah Sholihat, kita manfaatkan waktu sebisa mungkin. Sesibuk apapun kita luangkan waktu untuk bertilawah karena itu wujud syukur kita pada Allah.

Semangatlah Sholihat, satukan barisan, eratkan genggaman, raih cinta langit dalam dekapan ukhuwah. Bersama hingga menuju jannah.

Semangat Membumikan Al-Qur’an, melangitkan Manusia.

Taiwan, 27 Oktober 2015.

Dzakirah T.A (Komunitas ODOJ 2)