Begini Framing Tempo Terkait Aksi Bima Arya Larang Perayaan Asyuro

foto: harianterbit

Untuk mengetahui ke arah mana ideologi sebuah media, lihatlah bagaimana mereka melakukan framing. Dalam kasus aksi Walikota Bogor Bima Arya misalnya, kita ambil contoh Tempo.co sebagai obyek analisa. Di portalnya, Tempo.co memuat berita dengan judul Larang Asyuro, Walikota Bogor Bima Arya Dianggap Berlebihan.

Judul tersebut diberikan dengan mengutip pernyataan Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendy Yusuf. Ia menilai larangan perayaan Asyuro bagi penganut Syiah di Kota Bogor yang dikeluarkan oleh Walikota Bogor, Bima Arya sebagai tindakan yang sangat berlebihan. Pemerintah daerah tidak seharusnya bereaksi hingga mengeluarkan pelarangan terkait kegiatan keagamaan tersebut.

“Orang bisa saja tidak setuju terhadap syiah, namun melarang kegiatan agama seperti Asyura oleh institusi negara adalah berlebihan,” kata Slamet Effendy Yusuf saat dihubungi Tempo, Sabtu, 24 Oktober 2015.

Dari judul tersebut, secara jelas kita dapat menyimpulkan politik redaksi Tempo.co dan arah ideologinya. Mereka–dan seperti yang memang sudah terjadi selama ini– merupakan penganut ideologi liberalisme dan pluralisme yang dalam banyak hal memiliki lubang paradoks. jadi, berhati-hatilah kepada Tempo.co dan media sejenis yang mempunyai ideologi serupa.

Ronald, Subang