Gubernur Ini Pernah Lapor Jokowi Soal Kebakaran Hutan Tapi Tak Direspon

“Kita targetkan paling dalam dua minggu semua sudah selesai,” kata Presiden Joko sewaktu mengunjungi lokasi bekas kebakaran hutan di daerah Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, 9 Oktober lalu.

Namun ternyata jauh jauh hari seorang gubernur pernah melaporkan potensi yang akan terjadi kebakaran hujan dan menjadi kabut asap yang mengganggu. Sayangnya laporan ini tak mendapatkan tanggapan.

Adapah mantan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustinus Teras Narang pernah melaporkan ke Istana tentang bahaya kebakaran hutan dan solusi yang dijalankan selama dia menjabat gubernur. Tak heran selama menjabat akunya tidak ada kebakaran yang berarti apalagi sampai berlarut larut seperti sekarang.

Namun laporan hanyalah laporan yang menggantung dan tak ada respon sama dari pihak istana. Segala potensi yang dilaporkan tak ada yang ditindak lanjuti.

Menurut analisa teras narang ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kebakaran hutan menjadi berlarut larut, antara lain, Pertama, keterlambatan penanganan, pengkoordinasian dan pelibatan masyarakat kabupaten kota untuk mengantisipasi bencana kabut asap. Kedua, fenomena El Nino yang memicu musim kemarau berkepanjangan.

Kedua, fenomena El Nino yang memicu musim kemarau berkepanjangan. Soal El Nino ini, Teras Narang menuturkan sudah mendapat peringatan dari BMKG pada tahun 2014 lalu, saat masih menjabat gubernur. Pria peraih penghargaan Gubernur Prospektif tahun 2009 ini mengatakan BMKG memperingatkan El Nino di tahun 2015 akan menyebabkan musim kemarau cukup lama.

“Mendengar itu, saya kirim surat ke Presiden Jokowi meminta instruksi Presiden untuk mengatasi lahan gambut di Kalteng yang rawan kebakaran, tetapi sampai saat ini tidak ada respons. Ternyata benar terjadi kebakaran hutan sekarang,” tutur politikus PDIP ini.

Teras Narang menjelaskan surat itu dikirimnya pada 31 Oktober 2014, atau 11 hari setelah Jokowi mengucap sumpah sebagai Presiden. Dia yakin surat itu sudah diterima pihak Istana, karena asisten II Gubernur Kalteng pernah dipanggil untuk membahas masalah tersebut. Namun sayangnya, pembahasan itu tinggal pembahasan, tak pernah ada tindak lanjut.

“Saya juga sudah laporkan ke Menko Polhukam Pak Luhut, dia kaget mendengar saya sudah melapor,” ujarnya.

“Saya sebagai gubernur sudah mengantisipasi, saya sudah memimpin 10 tahun, sudah tahu titik paling rawan, yang paling rawan itu lahan gambut,” pungkas Teras Narang. (Holil/detik)