Kabut Asap Kembali Renggut bocah 9 Tahun Warga Riau, Pemakamannya Diikuti Warga Senasib Korban Asap

Korban kabut asap kembali terjadi menimpa seorang anak dari Eri Wirya (49 Tahun) Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru, Riau. Ramadhan Lutfi Aerli (9), meninggal setelah sebelumnya mengalami muntah-muntah, badan panas tinggi dan kejang.

Eri mengatakan, berdasarkan hasil rontsen dan CT Scaan tubuh anaknya, dokter menjelaskan oksigen di dalam jantung sudah menipis. Namun, ia tidak menanyakan lebih lanjut penyebab dari penipisan kadar oksigen dalam jantung.

Dokter memperlihatkan hasil CT Scaan ada gambar gumpalan asap dalam paru-paru anaknya. “Dokter mengeluarkan hasil scan itu, ada gambar kayak gumpalan asap di paru. Itu bahasa dokter,” kata Eri kepada lansir Republika.co.id, Rabu (21/10).

Menurut Eri, sehari-hari Lutfi memang jarang menggunakan masker. Korban juga tidak mempunyai riwayat sakit ISPA. Bocah itu juga belum pernah sekalipun menggunakan oksigen karena biayanya cukup mahal.

Eri mengatakan, sehari-hari keluarganya hanya menggunakan kipas angin biasa untuk sekadar mengipasi asap di sekeliling ruangan rumahnya.

Pemakaman Jenazah

Isak tangis ratusan orang mewarnai pemakaman Ramadhani Lutfi Aerli, bocah usia sembilan tahun yang meninggal dunia, Rabu (21/10/2015) subuh tadi lansir goriau.com,  akibat keganasan asap yang terjadi berkepanjangan di Provinsi Riau. Sang ibu bahkan nyaris pingsan dan tak mampu membendung airmata.

Tak hanya keluarga dan kerabat, semua masyarakat yang senasib sepenanggungan korban asap ikut serta mengantarkan penguburan Almarhum ditempat Pemakaman Umum (TPU) Payung Sekaki, dekat terminal AKAP, Pekanbaru, Riau, Rabu sore, pukul 16.30 WIB. Kedua orang tua tak kuasa membendung kesedihan.

Lutfi (panggilan akrabnya), meninggal dunia usai salat subuh tadi pagi, setelah berjam-jam lamanya mengalami kritis di RS Santa Maria, Pekanbaru. Menurut hasil rontgen dokter Rumah Sakit Santa Maria tempat Lutfi dirawat, paru-paru bocah usia sembilan tahun ini penuh asap, sehingga terjadi penipisan oksigen di jantungnya.