Syi’ah atau Bukan?

Sebenarnya syi’ah sudah ada sejak abad pertama Islam yakni pendukung Ali ra. Di sepanjang sejarah Islam, syiah selalu minoritas, dan sering menjadi duri dalam daging pada tubuh umat Islam.

Syiah terpecah menjadi beberapa golongan. Ada yang sudah keluar dari Islam (kafir) dan ada juga yang moderat (belum keluar dari islam). Namun di zaman sekarang, syi’ah yang dominan adalah syi’ah rafidhoh. Termasuk yang sedang berkuasa di Iran saat ini.

Ciri utama syi’ah yang kafir (syiah rafidhoh) adalah sampai pada taraf menghina atau mengkafirkan sebagian para sahabat dan istri-istri Nabi saw, serta tidak mengakui/meragukan sebagian besar hadits riwayat Bukhari Muslim.

Jadi untuk mengetahui seseorang syiah atau bukan tidak perlu menunggu pengakuannya bahwa dia syi’ah atau bukan. Tapi telusuri pendapat dan keyakinannya apakah ia menghina atau mengkafirkan sebagian para sahabat dan istri-istri Nabi saw apa tidak (yang sering mereka hina atau kafirkan adalah Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Muawiyyah, dan Aisyah ra). Apakah ia tidak mengakui/meragukan sebagian hadits riwayat Bukhari Muslim yang sudah dishahihkan sebagian besar ulama hadits apa tidak.

Jika ia menghina atau mengkafirkan sebagian para sahabat dan istri-istri Nabi saw, serta tidak mengakui/meragukan sebagian besar hadits riwayat Bukhari Muslim, maka ia syi’ah walau ia tidak mengakuinya (karena taqiyah). Atau paling tidak terpengaruh oleh ajaran syi’ah yang mungkin tidak disadarinya. Keduanya perlu didakwahi agar kembali ke jalan yang benar.

Satria Hadi Lubis