Dibandingkan Peti Mati, Ternyata Kain Kafan Ramah Lingkungan

Sesungguhnya kematian adalah suatu yang pasti, tidak akan tertunda waktunya sedikitpun. Seperti apa yang difirmankan Allah :

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Munafiqun [63] : 11)

Ketika nyawa sudah terpisah dengan jasadnya, maka segala hubungan manusia dengan dunianya terputus. Tubuhnya terbujur dingin kaku, sudah tak kuasa mengurus diri sendiri. Saat itulah kita sebagai umat muslim yang masih hidup punya kewajiban untuk mengurus segala kebutuhan si mayit, mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan, hingga menguburkannya. Dalam agama islam hukum mengurus jenazah seorang muslim adalah Fardhu kifayah yang berarti wajib dilakukan, namun apabila sudah ada muslim lain yang melakukannya maka kewajiban ini gugur.

Baru-baru ini diketahui, bahwa tata cara mengurus jenazah cara Islam ini adalah cara yang paling ramah lingkungan. Hal tersebut dikutip dari situs Jerman Deutsche Welle (DW) tentang bagaimana cara mengurus jenazah yang paling ramah lingkungan.

Ada beberapa cara mengurus jenazah yang ramah lingkungan dan sesuai Islam, diantaranya adalah dengan dikuburkan hanya dengan kain kafan saja tanpa peti, dan tidak memakai batu nisan dari keramik, cukup dengan tumbuhan dan kayu-kayuan.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang Allah syariatkan sesuai dengan hadits berikut :

Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Barangsiapa memandikan (jenazah) seorang muslim seraya menyembunyikan (aib)nya dengan baik, maka Allah akan memberikan ampunan empat puluh kali kepadanya. Barangsiapa membuat lubang untuknya lalu menutupinya, maka akan diberlakukan pahala seperti orang yang memberikan tempat tinggal kepadanya sampai hari kiamat kelak. Barangsiapa mengkafaninya, nicaya Allah akan memakaikannya sundus (pakaian dari kain sutera tipis) dan istabraq (pakaian sutera tebal) surga di hari kiamat kelak.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi. Al-Hakim berkata; Shahih dengan syarat Muslim. Dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun” (H.R. Tirmidzi)

Maha suci Allah, betapa indahnya syariat Islam. Allah yang menciptakan syariat, maka itulah yang terbaik buat hambaNya. Baik untuk manusia yang telah wafat dan baik pula untuk lingkungan yang akan menjadi tempat tinggal penerusnya. (nurul)