Nikmatnya Napas Yang Bebas Hambatan

Ilustrasi. [okezone.com]

Saudara-saudara kita di tanah Sumatra dan Kalimantan saat ini sedang menderita gangguan pernapasan akibat dari pembakaran hutan sehingga Pernapasan terhambat oleh asap. Mereka tidak bisa leluasa untuk bernafas. Mari kita doakan agar kabut asap segera berakhir dikedua wilayah itu.

Pada saat kita menderita flu berat maka pernafasan melalui hidung menjadi tersumbat. Penderitaan akan semakin terasa menyedihkan ketika berada diruangan ber AC atau berhadapan dengan kipas angin.

Para penderita asma mungkin akan lebih menderita lagi dengan ganguan pernapasan, bernapas adalah sebuah usaha yang ekstra keras dan banyak membutuhkan obat-obatan serta tabung oksigen.

Ketika mendapatkan hambatan dalam bernapas barulah kita merasakan betapa bernapas adalah sebuah nikmat Allah yang mungkin kita lupakan. Seakan-akan bernapas adalah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya.

Napas yang selama ini kita hirup tanpa hambatan, tanpa tarif, tanpa syarat dan ketentuan yang berlaku. Ternyata bernapas adalah sebuah kenikmatan yang Allah SWT berikan secara gratis, sadarkah kita akan semua itu.

Sebagai ilustrasi, Jalan tol adalah jalan bebas hambatan sehingga orang bisa mengemudikan kendaraan tanpa gangguan lampu merah ataupun orang yang menyebrang. Namun tidak itu tidak gratis pengemudi harus membeli tiket untuk masuk kejalan tol.

Warga Jakarta sangat mendambakan perjalanan yang bebas dari kemacetan maka pemprov DKI memfasilitasi dengan membuat Busway sebuah proyek yang membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kini dirasa busway masih banyak hambatan maka dibuat moda yang lebih cepat lagi yaitu MRT (Mass Rapid Transportation), dengan biaya yang lebih mahal pula bahkan harus mengundang investor untuk membangunnya.

Pernahkah kita membayangkan untuk menghitung berapa tarif yang kita bayar ketika kita mengirup setiap hembusan nafas yang kita hirup tanpa hambatan dalam kondisi sehat ?. Berapa harga yang kita harus bayar setiap hembusan nafas yang kita hirup bila kita konversikan dengan harga tabung oksigen di Rumah Sakit?

Pernahkah kita iseng menanyakan harga oksigen di apotik?
Kalo belum, kira-kira Rp.25.000/ltr.

Dan pernah juga kita nanyain harga nitrogen di apotik?
Kalo belum tau, kira-kira Rp.9.950/ltr.

Taukah bahwa dlm sehari manusia menghirup 2,880 liter oksigen & 11,376 liter nitrogen?
2,880 x Rp 25.000 = Rp 72.000.000,-
11,376 x Rp.9,950 = Rp 113.191.200,-

Jadi total biaya untuk bernafas 1 hari adalah Rp 72.000.000 + Rp 113.191.200 = Rp 185.191.200,-

Kalau sebulan, jadi 30 x Rp.185.191.200 = Rp 5.555.736.000,-

Kalau per satu tahun adalah, 365 hari x Rp 185.191.200 = Rp 67.594.788.000,-

Jadi kalo kita hargai dg rupiah,
maka oksigen & nitrogen yg kita hirup
mencapai Rp 185 juta perhari,
Rp 5,5 milyar perbulan dan
Rp 67,5 milyar pertahun….

Alhamdulillah, Allah SWT tidak pernah meminta makhluk ciptaan-Nya untuk membayar setiap kenikmatan yang kita rasakan. Inilah salah satu bukti cinta Allah SWT kepada manusia.

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada dilangit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang .. “(QS. Al-An’am: 12).

Segeralah bersyukur dan membalas rasa cinta-Nya sebelum nafas Anda berhenti karena sang Pemilik nikmat mencabut dan menutup nafas Anda. Wallahu a’lam bishawwab. (holil)