Pembangunan Stadion Olah Raga Bermasalah, Menteri Ini Mengundurkan Diri

Menteri Olahraga Jepang Hakubun Shimomura

Para pejabat Jepang memang layak untuk diteladani dalam hal tanggungjawab terhadap tugas dan pekerjaannya.

Menteri Olahraga Jepang Hakubun Shimomura, dalam konferensi persnya jum at (25/9) telah mengundurkan diri dari jabatannya terkait penghapusan rencana pembangunan stadion Olimpiade Tokyo 2020 menyusul pembengkakan biaya.

Selain itu dia juga akan mengembalikan setengah gajinya selama enam bulan sampai September sebagai rasa penyesalan, menurut kantor berita Kyodo.

“Saya telah menyebabkan kekhawatiran dan masalah besar kepada banyak orang karena masalah stadion nasional,” ujar Shimomura, menambahkan bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe enggan menerima pengunduran dirinya.

Abe mengumumkan bulan Juli bahwa rencana-rencana untuk stadion yang direncanakan akan memiliki hiasan di tengahnya untuk Piala Dunia Rugby 2019 tersebut, akan dihapus setelah perkiraan biaya untuk rancangan futuristik karya arsitek Inggris Zaha Hadid itu membengkak lebih dari US$2 miliar, atau hampir dua kali biaya semula.

Panel partai ketiga yang mengevaluasi pembengkakan biaya itu menyalahkan Dewan Olahraga Jepang, badan pemerintah yang mengawasi proyek tersebut, dan Kementerian Olahraga, menurut laporan media Jepang.

Jepang bulan lalu menyetujui panduan untuk stadion Olimpiade barunya, bersumpah untuk membangun stadion ramah atlet dengan semurah mungkin dan menyelesaikannya pada Maret 2020, setahun lebih lambat dibandingkan rencana awal, tapi tanpa menyertakan perkiraan atau batas biaya.

Dalam insiden memalukan lainnya, para penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 bulan ini menghapus logo acara tersebut karena tuduhan plagiarisme.

Bisakah para menteri dan pejabat di Indonesia meneladani prilaku para pemimpin negeri sakura ini..?. (holil/voaindonesia)