Solidaritas Warga Samarinda untuk Penghentian Dibaginya Masjid Al-Aqsha oleh Zionis Israel

Aksi Solidaritas untuk Palestina yang dilakukan serentak dibeberapa kota di Indonesia, juga dilakukan di Kota Samarinda, Ahad (20/09) pagi oleh Komunitas Alquds Voulenteer Samarinda dan KNRP Kalimantan Timur bersama relawan lainnya, yang bertempat di GOR Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur.

Telah diketahui bersama kabar dari Palestina atau Masjid Al-Aqsha membuat mata menjadi perih dan sedih karena pembagian waktu Masjid AlAqsha (At Taqsiim Az Zamaaniy), oleh pemerintah zionis Israel. Demikian disampaikan Ketua KNRP Kalimantan Timur Ali Hamdi membuka orasi.

Dirinya melanjutkan, membagi waktu tertentu untuk ibadah Yahudi dan di waktu yg lain untuk ibadah kaum Muslimin. Pemerintah zionis Israel telah menerapkan kebijakan ini dengan melarang kaum Muslimin baik yang laki-laki dan perempuan memasuki Masjid AlAqsha di waktu pagi dan mengkhususkannya untuk ibadah orang-orang Yahudi saja,” terang Ali.

Berikutnya, masih menurut Ali, terkait dengan pembagian tempat (At Taqsiim Al Makaaniy). Mengkhususkan sebagian area Masjid AlAqsha untuk membangun sinagog Yahudi, sebagai tahap awal mendirikan Salomon Temple palsu. “Pekerjaan proyek ini telah dimulai akhir-akhir ini oleh pemerintah zionis Israel dengan merampas sebagian wilayah pemakaman ArRahmah yang berdempetan dengan Masjid AlAqsha, sebagai tahap awal untuk membuka gerbang yang menyambungkan ke area timur AlAqsha, yang disana akan dibangun sinagog,” tegasnya.

Sementara itu, hal senada disampaikan Sekretaris KNRP Kalimantan Timur Taufik Hidayat, dirinya mengatakan, Masjid AlAqsha adalah hak kaum Muslimin saja. Tidak ada yg berhak selain umat Islam. Masalah AlAqsha adalah Aqidah, umat Islam terikat secara ideologis, yang banyak ditegaskan dalam AlQuran, AlHadits, serta fakta-fakta sejarah,” kata pria yang juga Anggota MUI Kalimantan Timur.

Aksi ini juga bertujuan untuk menyadarkan kaum Muslimin terhadap rencana busuk penjajah Israel yang ingin membagi-bagi Masjid AlAqsha. Selain itu juga untuk mengajak mereka menghentikan eksekusi yang sudah berjalan ini serta turut ambil bagian dalam menjaga muqaddasatul muslimin (tempat yang disucikan kaum muslimin).

“Kami mengajak semua warga Samarinda dan Kalimantan Timur pada umumnya untuk turut berpartisipasi dalam aksi solidaritas ini, dan tentunya menggugurkan tanggung jawab kita dihadapan Allah yang pasti akan menanyakan kepada kita semua kelak, Madza faaltum lil-Aqsho? (Apa yang sudah kalian perbuat untuk Masjid Al-Aqsha?), dan aksi ini salah satu jawabannya,” tegas Taufik.

Aksi kali ini memiliki beberapa acara, diantaranya orasi beberapa tokoh di  Kota Samarinda, teatrikal oleh anak-anak sekolah, seribu tanda tangan serta galang dana peduli Palestina dan Al-Aqsha. Masyarakat Samarinda sendiri sangat antusias mengikuti aksi ini, bahkan ada yang ikut menyumbang diantaranya uang dan cincin pernikahan salah satunya.

Alhamdulillah dari aksi ini terkumpul donasi sebesar Rp 15.140.500,- dan cincin kawin 23 karat seberat 2,210 gram,” tutup Taufik.