SPI: Islam Adalah Agama yang Sepenuhnya Otentik

Sabtu, 12 September 2015, kuliah lanjutan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) angkatan ke-3 kembali digelar. Bertempat di Ruang 6 Basement Universitas Al Azhar Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta, kelas kali ini diikuti sekitar 50 peserta dengan latar belakang yang cukup beragam, baik dari kalangan mahasiswa maupun yang sudah bekerja.

Pada sesi pertama, Ustadz Ahmad Rofiqi selaku pemateri memamaparkan tentang pengertian agama, fitrah kebutuhan manusia terhadap agama, dan tolok ukur keotentikan agama. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang keunggulan Islam dibanding agama lain diukur dari sisi keotentikan wahyu.

“Sebuah agama dikatakan otentik bila secara total berasal dari wahyu,” demikian penuturan beliau. “Nama Allah sebagai Tuhan, nama Islam sebagai agama, nama Al-Qur’an sebagai kitab suci, semuanya adalah murni berasal wahyu, dan bukan sekedar penamaan berdasarkan kesepakatan pengikutnya. Termasuk juga mengenai ajaran dan tata cara ibadah umat islam, semua berdasarkan wahyu dan tetap terjaga dari awal diturunkan sampai sekarang. Itulah keunggulan Islam yang otentik dibandingkan agama-agama selainnya,” tandas Rofiqi.

Rofiqi menjelaskan pula tentang kelebihan Islam lainnya. “Islam bukan hanya sebuah nilai konseptual belaka, melainkan memiliki role model yang nyata, yaitu Nabi Muhammad saw. Artinya, apa yang diajarkan oleh Islam memang bisa diimplementasikan dalam kehidupan manusia, dan ada acuan yang jelas,” pungkasnya.

Peserta terlihat cukup tertarik dan antusias dengan materi yang disampaikan. Meskipun waktu cukup terbatas, namun kajian mampu memuaskan peserta. “Konsep Diin dan Konsep Wahyu, numero uno!” ujar Azhari Setiawan, salah satu peserta SPI setengah tergelak.

Kegiatan SPI angkatan ketiga di Jakarta ini diselenggarakan oleh SPI Fatahillah bekerjasama dengan YISC Al-Azhar. Dengan jadwal kuliah dwimingguan, direncanakan kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 14 November 2015.(Iqbal Firmansyah)