Siapakah Panutan Kita?

Setiap kita, mempunyai idola, panutan, untuk dijadikan rujukan.
Ada yang mengidolakan ayah atau ibu atau keduanya sekaligus, karena kasih sayang dan bimbingannya.
Ada yang mengidolakan guru karena ilmu dan ketulusannya.
Ada yang mengidolakan pemimpin kelompok, dan atau pemimpin negaranya karena kesederhanaan dan kearifan serta ilmunya.
Ada yang mengidolakan artis karena kesuksesan dan ‘kebebasan’nya.
Ada juga yang mengidolakan bos nya karena kebaikan dan gaji yang diterimanya.
Lantas, siapa idola terbaik?

Bagi ummat Islam, kita mempunyai idola abadi. Idola yang karena cintanya dan cinta kita kepadanya, hingga kita menyebut namanya tidak kurang dari 15 dan 10 kali sehari semalam.
Idola pertama adalah Nabi Muhammad SAW. Kita sebut namanya 3 kali dalam setiap sholat fardhu kita.
Assalaamu’alaika ayyuhan nabiy..
Allahumma shalli ‘ alaa Muhammad
Wabarik ‘alaa Muhammad

Idola kedua adalah Nabi Ibrahim AS yang kita sebut 2 kali dalam sholat fardhu kita.
Kama Sholaita ‘alaa ibraahim
Kama Barakta ‘alaa ibraahim
Selain karena tuntunan, bukan tanpa alasan kita harus menyebut namanya sesering itu sepanjang masa.
Nabi Muhammad SAW adalah uswatun hasanah. Contoh, idola, panutan terbaik dalam segala hal. Dan diatas semua kelebihan beliau, beliau mempunyai akhlaq yang terpuji, akhkaq mulia. Budi pekerti, tingkah laku yang agung.

‘Wainna laka la’ala khuluqil adziim’
Akhlaq atau budi pekerti yang mulia itu bisa disimpulkan dengan satu kata ‘CINTA’.. beliau begitu cinta kepada ummatnya, juga kepada manusia secara keseluruhan. Mari baca sejarah dengan benar maka kita akan menemukan CINTA beliau kepada ummat manusia khususnya ‘ala ‘ibadilaahishshoolihin’ (kepada hamba Allah yang sholeh) bahkan pesan tersebut dibawa oleh Nabi ketika Mi’raj dan menyampaikan agar keselamatan atas hamba Allah yang sholeh.

Juga ketika beliau di akhir hayatnya, 3 kali kita disebutnya ummati ummati ummati…
Cintanya kepada kita melebihi cintanya pada diri beliau sendiri dan keluarga beliau.
Selayaknyalah kita menyebut namanya hingga akhir zaman.

Nabi Ibrahim….
Beliau adalah tokoh dan idola segenap manusia. Pada diri beliau kita diajarkan cinta sejati. Ketika beliau mencintai Allah di atas segalanya, bahkan pengorbanan terberat beliau lakukan karena cinta sejatinya.
Beliau yakin, bahwa dengan cinta murni tanpa sedikitpun keraguan kepada Allah maka Allah akan memberikan segalanya. Meninggalkan istri dengan bayi di padang tandus nan gersang, memenuhi perintah agar menyembelih cinta kepada anaknya yang sekian lama dinanti, untuk memurnikan cintanya hanya kepada Allah, maka akibat dari pengorbanannya itu, Allah mengabadikan dengan sebuah monumen cinta hingga kini.
Karenanya, ummat muslim mendatangi baitullah, menapak tilasi kecintaan Nabi Allah Ibrahim AS dan keluarganya yang ikhlas.

Merekalah idola kita. Dari mereka selayaknyalah kita mencontoh. Perilaku kepada ummat manusia dan perilaku kepada Tuhan.
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad
Allahumma sholii ‘alaa Ibraahim. .
Wallahu a’lam…

Agus Salim