Mourinho Tentang Degradasi, Pengungsi, dan Komputer Rusak

Jose Mourinho. [thesun.co.uk]

Manager Chelsea FC, Jose Mourinho menangkis spekulasi yang menyebut dirinya mulai merasakan tekanan hebat. Kekalahan telak dari Everton disebutnya hanya merupakan satu hari yang penuh nasib buruk.

Chelsea menyerah kalah dengan skor 1-3 saat melawat ke Everton dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (12/9/2015) malam kemarin. Itu menjadi kekalahan kedua beruntun The Blues, setelah dua pekan lalu ditaklukkan Crystal Palace dengan skor 1-2.

Dari lima pertandingan di awal musim ini, Chelsea cuma dapat satu kemenangan, sekali imbang dan tiga kali kalah. Juara Premier League musim lalu itu ada di posisi 17 klasemen dengan poin empat. Tertinggal 11 angka dari Manchester City yang masih sempurna di puncak klasemen.

Chelsea yang tercecer di papan bawah klasemen jadi kejutan terbesar di awal musim Premier League. Namun Mourinho membantah kalau dirinya disebut berada dalam tekanan akibat serangkaian hasil buruk yang didapat Johh Terry dkk.

“Tidak, tidak. Saya pikir para pengungsi yang berada di bawah tekanan besar, bukan saya,” sahut Mourinho seperti diberitakan Independent.

Soal kekalahan telak yang diterima timnya, Mourinho juga mengakui kalau gol-gol yang bersarang di gawangnya berawal dari kesalahan pemain Chelsea. Hal-hal negatif diebut Mourinho sedang dekat dengan The Blues.

“Berat untuk pemain kami untuk memulai pertandingan, menjalaninya dan menuntaskannya. Kepercayaan diri pemain rendah dan itu hasil pertandingan itu membuat tim ini kecewa.”

“Pertandingan hari ini sepenuhnya dalam kendali dan setiap kesalahan yang kami lakukan membuat kami dihukum. Setiap tembakan menjadi gol, setiap kesalahan menjadi gol. Segalanya berjalan sangat negatif untuk kami. Pada pembahasan taktik yang kami lakukan sebelum pertandingan, bahkan komputernya rusak. Tapi tentu saja bukan karena itu kami tidak menang,” terang Mourinhho.

Meski liga baru berjalan lima pekan, tiga kekalahan yang diderita Chelsea membuat mereka sudah mulai dicoret dari persaingan menjadi juara. Mourinho menyebut mempertahankan gelar akan sangat sulit, tapi dia menjamin Chelsea tidak akan sampai terdegradasi.

“Itu (menjadi juara) di luar kendali kami. Untuk memenangi gelar akan bergantung pada kami untuk memperbaiki hasil dan juga bergantung pada tim lain yang berada di atas kami untuk kehilangan poin.”

“Bahkan jika kami memenangi semua pertandingan antara sekarang sampai akhir musim, kami masih bergantung pada hasil pertandingan lain. Tahun depan orang-orang bisa memastikan kalau Chelsea tidak akan bermain di Championship,” tuntas Mourinho.

Di tengah pekan ini Chelsea bisa kembali meraih kemenangan saat tampil di Liga Champions untuk berhadapan dengan Macani Tel-Aviv. Di akhir pekan mereka akan menjalani derby London kontar Arsenal di Stamford Bridge. (detik/sa)