Aku Akan Memberitahu Allah Segalanya

Penghormatan untuk Aylan Kurdi dan keluarganya. [foto: ibtimes.co.uk]

Saya belum melihat video saat kau hembuskan nafas terakhir. Namun, membaca kata-kata terakhirnya saja, sudah membuat air mata ini menetes.

Saudaraku, pergilah dengan tenang. Meski luka masih menyayat. Nurani ini semakin tertusuk dengan ikrar, “kita adalah satu tubuh, jika salah satu bagian ada yang sakit, kita ikut merasakan sakit”.

Saudara kecilku, malam ini kabar duka tentangmu singgah sebelum mata ini terpejam.

Kupandangi seluruh buah hatiku yang malam ini sudah tertidur. Lalu, sejenak….( tak kuasa menahan air mata ). Sempat berpikir bagaimana jika itu adalah darah dagingku?

Walau kau bukan buah hatiku. Namun kita berasal dari buah iman yang sama, berasal dari satu pohon keimanan.

Nak…. aku tak bisa lagi mencegah apa yang akan kau sampaikan kelak, di yaumil akhir.

Sebelum hari itu tiba dan sebelum kau berujar :

“Aku akan memberitahu Allah segalanya”

Aylan, kumohon maafkan atas segala ketidakpedulian ini.

Mata ini melihat namun buta.

Telinga ini mendengar namun tuli.

Mulut ini bisa bicara namun bungkam.

Tangan ini bisa bergerak, namun tak
kunjung tuliskan pembelaan untukmu.

Jantung ini masih berdetak, namun getar kepeduliannya makin lemah.

Otak ini masih bisa berpikir, namun hanya dipenuhi angka-angka duniawi saja.

Kata-kata terakhirmu adalah pesan yang sangat mendalam untuk seluruh jiwa yang didadanya tertanam rasa ukhuwah.

Masih adakah ukhuwah itu?

Sampai kau sendiri yang menghadap Allah untuk menyampaikannya

Dengan duka yang mendalam, kau berkata;

“Aku akan memberitahu Allah segalanya”

Sahabatmu,
Bang Joy

(#Jumat, 11 September 2015. 00:30. #KramatJati, #SaveSuriah)