Tidak Kenal Facebook, Anak SMA Ini Hafal 19 Juz Al Qur’an

Namanya Khoirun Nisa siswa kelas 11 IPA SMA IT Bina Umat ini. Siswa yang biasa dipanggil Khoir ini adalah putri dari bapak Sugiyanto seorang penyuluh pertanian di Banyumas Jawa Tengah. Khoir terlahir dari rahim Ibu Nur Hidayah yang merupakan guru IPA di MTs Al Hidayah Purwanegara, Purwokerto. Khoir merupakan anak ke-dua dari empat bersaudara. Khoir yang rumahnya di Baturaden Banyumas ini sekarang sudah menghafal 19 juz Al Qur’an. Khoir mempunyai target selesai 30 juz di kelas 11 ini. Dan kelas saat kelas 12 tinggal murojaah (mengulang) saja.

Khoir mengawali belajarnya di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Banyumas, kemudian ke SMP IT Ibnu Abbas Klaten, dan sekarang di SMA IT Bina Umat.
Setiap hari siswa ini menyetorkan hafalan dua kali di pagi dan malam hari. Ust Bustanul Arifin Al Hafidz dan Ust Iesna Arofatuz yang menjadi pengampu tahfidz Khoir dan teman-temannya.

Siswa yang mengemban amanah bagian peribadatan OSIS SMA ini adalah sosok taudalan bagi teman seangkatan dan juga adik kelasnya. Amanah seksi peribadatan OSIS adalah amanah yang berat. Bagian peribadatan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan sholat lima waktu dan sholat sunat yang lain. Kebiasaannya, bangun jam tiga pagi untuk membangunkan adik-adik kelas melakakan sholat lail dan sholat subuh berjamaah di masjid.

Khoir yang terlahir dari keluarga yang sederhana ini sangat disayang ayah dan bundanya. Ayahnya sangat mendukung keinginan Khoir menjadi hafidzah qur’an. Ayahnya berpesan kepadanya, jangan jadikan Qur’an itu hanya untuk meraih duniawi. Tujuannya untuk mencari Ridho Allah semata. Kalau ikut lomba yang diharapkan bukan kemenangan, tapi Ridho Allahlah yang harus menjadi tujuan.

Jadilah penghafal al qur’an karena al qur’an itu yang akan membantu kita di hari kiyamat nanti, tambah nasihat bundanya.

Khoir yang bercita-cita jadi dokter ini juga berprestasi di bidang akademik. Terbukti, saat kenaikan kelas tahun 2014/2015 kemarin anak ini mendapatkan peringkat ke-tiga dari 33 siswa sekelasnya.

“Anak ini pendiam, patuh dan paling rajin di kelas,” kata Ust Kharisma Endah S.S. Wakasek SMA IT Bina Umat.

Yang unik dari seorang pribadi Khoir adalah dia tidak punya akun sosial media sama sekali, baik facebook maupun twitter. Tidak seperti anak seumurnya yang sudah akrab dengan media sosial. Ketika ditanya kenapa tidak punya akun sosmed, dia menjawab belum perlu.

Seperti telah diketahui, di pesantren Bina Umat tidak diperkenankan membawa alat komunikasi baik HP ataupun komputer. (Arif Agung)