Menyapa dalam Doa

sumber: ummionline.com

“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam. Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaan-Mu.

Aku rela melepaskannya untuk memperdalam ilmu peninggalan Rasul-Mu.

Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin..”

Dua paduan yang sempurna. Sang ibu penuh tulus berdoa. Sang anak sungguh-sungguh memperdalam ilmu. Muhammad bin Idris al-Syafi’i al-Quraisyi  menjadi ulama besar dengan berbagai karyanya. Lidah kita akrab menyebutnya dengan Imam Syafi’i (Rahimahullah).

Ayah bunda yang saat ini tengah berpisah dengan anaknya, sementara. Sebab, nun jauh disana sang buah hati sedang memperdalam ilmu pengetahuan.

Doa dari ibunda Imam Syafi’i bisa kita contoh, untuk mendoakan anak-anak.

Memeluk rindu sang buah hati dengan doa. Adalah pesan yang akan sampai ke hati. Meski tak bertemu, tanpa sentuhan apapun. Insya Allah, Allah yang menentramkan jiwa-jiwa anak-anak, dimanapun ia berada.

Menyapa dengan doa adalah cara cinta yang membuncah ditengah kesunyian.

Semoga doa diatas bisa menjadi pelepas dahaga kerinduan pada si buah hati.

Terlebih bukan sekadar lepas kerinduan, namun terkabulnya doa-doa kita….aamiin.

Ayah..keringat yang menetes untuk anak-anak moga menjadi jalan terwujudnya cita-cita buah hati.

Bunda..tangismu disepertiga malam, panjatkan doa untuk anak-anak tercinta. Semoga menjadi bara semangat yang tak pernah padam, bagi anak-anakmu.

Ayah bunda, doamu adalah jantungku.
Ayah bunda, doamu adalah nafasku.
Ayah bunda, doamu adalah darahku.
Ayah bunda, doamu adalah cita-citaku yang menjadi nyata esok nanti..aamiin.

Terima kasih atas doa yang dipanjatkan malam ini dan seterusnya. Untuk kesuksesan dunia akhirat, bagi seluruh anak-anak Indonesia, bagi seluruh anak-anak sedunia…aamiin.

Sahabatmu,
Bang Joy

(Ahad, 6 September 2015, 22:16. #KramatJati, pena diri untuk #ilahi)