Gagalnya Skenario Islamophobia Bom Bangkok

[foto: obsessionnews.com]

Sentimen negatif terhadap umat Islam atau Islamophobia tidak hanya berjangkit di  Eropa dan Amerika Serikat.  Di Asia, hal serupa juga terjadi. Bom Bangkok salah satu buktinya.

Pada 17 Agustus lalu, bom meledak di Kuil Erawan Bangkok, Thailand. Sebuah skenario Islamophobia disiapkan, meski akhirnya gagal.

Dua orang pria asing yang tertangkap kamera CCTV sesaat sebelum ledakan dicurigai sebagai pelaku dan kemudian diburu tim aparat keamanan setempat.

Namun yang terjadi adalah pelaku yang sebelumnya sudah labeli sebagai pria muslim berpaspor Turki dan seorang lagi pria pemegang paspor China atas nama Yusufu Mieraili berasal dari Xin Jiang, keduanya dibekuk polisi ditempat yang berbeda

Seperti dilansir Reuters jumat (4/9), Tim Forensik Kepolisian Bangkok gagal menemukan kesamaan asam deoksiribonukleat atau DNA antara dua pria yang sebelumnya ditangkap oleh tim aparat keamanan. Temuan ini segera meruntuhkan spekulasi polisi, siapa pria keturunan Turki dan pria pemegang paspor China ini.

“Tidak ada bukti yang memastikan bahwa pria yang kami tangkap di perbatasan Thailand dan Kamboja adalah pria berbaju kuning pelaku peledakan,” kata juru bicara kepolisian Prawut Thawornsiri, seperti dikutip dari Reuters.

Pada penyelidikan sebelumnya, polisi menggeledah apartemen yang kemudian  ditemukan bahan-bahan pembuat bom. Di duga apartemen itu dimiliki oleh wanita muslim thailand, Wanna Suansan yang memiliki nama muslim Maisaroh, 26 tahun.

Namun ketika, seorang wartawan AFP meneleponnya senin (31/8), Maisaroh membantah mengetahui serangan itu dan mengaku sedang berada di Kayseri, Turki, bersama suaminya yang tidak dia ungkapkan kewarganegaraannya.

Maisaroh yang berasal dari provinsi Phang Nga yang mayoritas muslim itu mengaku kaget saat teman-temannya di Thailand mengirimkan dia foto dalam kartu identitasnya yang telah tersebar luas di Thailand.

“Saya kaget sekali dan sempat mengira teman-teman saya lagi bercanda.  Saya sudah setahun lebih tidak lagi di apartemen itu. Saya telah menyewakannya dan teman suami sayalah yang tinggal di sana. Saya enggak tahu berapa orang yang tinggal di sana,” kata Maisaroh.

“Saya sudah sekitar tiga bulan berada di sini (Turki). (antara/holil)