Direktur IMF Bertemu Jokowi, Akan Ada Utang Baru?

Di sela acara konferensi regional tingkat tinggi yang diselenggarakan di Gedung BI, Jakarta, hari ini (Selasa, 1 September 2015), Direktur IMF Christine Lagarde dijadwalkan akan bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pukul 16.30 WIB.

Lagarde akan berada di Indonesia hingga esok Rabu (2 September 2015). Tokoh lain yang akan ditemui Lagarde antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Kedatangan Lagarde disinyalir terkait dengan rencana Presiden Jokowi yang ingin mencari pinjaman dari dalam maupun luar negeri untuk menutupi defisit anggaran tahun depan. Jokowi pernah menyampaikan niat tersebut saat pidato kenegaraan menjelang hari kemerdekaan di gedung DPR.

“Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan fiskal, defisit anggaran tersebut akan ditutup oleh sumber-sumber pembiayaan dari dalam dan luar negeri. Sumber pembiayaan luar negeri dipilih secara selektif sehingga bersifat tidak mengikat dan dengan biaya yang lebih rendah,” ujar Jokowi, Jumat (14 Agustus 2015) di depan anggota DPR dan DPD RI di Gedung Parlemen, Jakarta.

Senior Resident Representative IMF untuk Indonesia, Ben Bingham, membantah rencana penawaran utang kepada Indonesia.

“Spekulasi bahwa Managing Director kami ke Indonesia untuk membahas program pinjaman IMF dengan pemerintah RI tidak memiliki dasar,” tegas Bingham.

Hal yang sama juga disampaikan Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, Lagarde menemui Jokowi hanya untuk menyampaikan pandangan-pandangan IMF tentang langkah-langkah stabilisasi ekonomi yang sedang dilakukan Indonesia.

“Indonesia tidak akan meminjam dari IMF. Kita tidak ada urusan dengan IMF dan  tidak akan ada yang bisa mengintervensi pemerintah Republik Indonesia dan Presiden Joko Widodo,” terang Luhut.

Indonesia sendiri sudah tidak lagi memiliki utang kepada IMF sejak tahun 2006. Hal tersebut disampaikan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengklarifikasi isu adanya utang Indonesia dengan IMF.

“Maaf, demi tegaknya kebenaran, saya harus mengatakan bahwa seluruh utang Indonesia kepada IMF sudah kita lunasi pada 2006 yang lalu,” katanya beberapa waktu lalu.