Satu Suara untuk Buruh

[foto: beritatrans.com]

Berbaris
Beriringan
Konvoi
Suarakan kaum buruh
Begitulah lembaran-lebaran suara buruh
Rezim berganti bukan jaminan buruh makin lebih baik

Suara buruh terus melengking keras
Meski membentur tembok keangkuhan
Gelombang PHK yang selalu menghantui kaum buruh
Menambah ketar-ketir kehidupan buruh

Apakah selamanya buruh menjadi mangsa peradaban
Banyak pabrik berdiri kukuh
Atas jutaan keringat yang menetes
Pada mesin-mesin pabrik
Sang kapitalis terbahak-bahak meraup untung besar
Bila keadaan tak berpihak pada si cukong
Maka tendangan keras PHK
Adalah hantaman tak terelakan bagi buruh
Untung diperah tenaganya
Rugi ditendang harga dirinya

Ini bukan soal siapa yang menjadi pemimpin dinegeri ini
Namun siapapun pemimpinnya
Jika buruh selalu dipandang sebelah mata
Maka lautan protes akan selalu bergema
Suara buruh terus minta keadilan
Tak ada buruh yang ingin rusuh
Buruh hanya ingin sejahtera, sama seperti kamu kaum profesional
Buruh hanya ingin keadilan tegak

Bilakah jeritan buruh dan jeritan pengusaha bisa satu suara?

Bilakah buruh, pengusaha dan penguasa bisa satu suara?

Bila kehidupan buruh makin sejahtera
Bila keadilan tegak direpublik ini
Buruh, pengusaha dan penguasa sudah berjalan pada bakti yang sama

Untuk saudaraku kaum buruh
Untuk saudaraku pengusaha
Untuk saudaraku penguasa
Satu tanah air
Satu jiwa dialam merdeka
Kepalkan tangan dan tinju kesombongan di diri kita masing-masing
Yakinkan pada kami di seluruh nusantara
Bahwa buruh, pengusaha dan penguasa bisa satu suara
Untuk Indonesia yang lebih baik lagi
Bisa lepas dari kandang kapitalis

Bilakah???

Sahabatmu,
Bang Joy

(Selasa, 1 September 2015, 07:45. #Buruh juga manusia. #KramatJati, pena diri untuk negeri)