Bidang Kajian YISC bekerjasama dengan SPI dalam “Class for Study Islam and Liberalism”

Organisasi pemuda masjid pertama yang berdiri di tanah air, Youth Islamic Study Club (YISC) Al-Azhar, membuka kelas belajar “Class for Study Islam and Liberalism”. Untuk kegiatan ini, bidang kajian YISC  bekerjasama dengan Sekolah Pemikiran Islam (SPI). Sabtu, 29 Agustus 2015, kuliah perdananya digelar di Aula TK Al-Azhar, Jl. Sisingamaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kuliah perdana ini dibuka dengan materi “Ghazwul Fikri” atau yang biasa disebut seagai perang pemikiran dengan pemateri Akmal Sjafril M.Pd.I., salah seorang pendiri SPI. Dalam pembahasannya, Akmal menjelaskan bahwa ghazwul fikri memang bukan perang dengan senjata, tetapi tidak kalah berbahayanya. “Umat muslim tidak hanya bisa menyalahkan tapi harus bisa menemukan masalahnya dan menggunakan kekuatan ilmu,” ujarnya.

Ghazwul fikri, menurut Akmal, adalah fenomena umum yang telah terjadi sejak lama. Banyak pihak berkepentingan melakukan ghazwul fikri kepada umat Muslim. “Berbagai macam modus juga digunakan untuk menyerang umat, salah satunya lewat media massa. Untuk itu, perlu sekali aktivis dakwah menajamkan ilmunya agar lebih waspada terhadap serangan-serangan musuh,” ungkap Wulan, salah satu peserta SPI yang berprofesi sebagai karyawan swasta.

Peserta SPI pada kali ini merupakan angkatan ketiga untuk wilayah Jakarta dan diikuti oleh lebih kurang  80 peserta, yang sebagian pesertanya juga merupakan anggota YISC. Perkuliahan akan berlangsung dwipekanan selama tiga bulan pada pukul 13.00-17.30 WIB. Di akhir perkuliahan, peserta wajib mengerjakan tugas jurnalistik dari materi yang didapatkan. Hal ini bertujuan untuk mencetak para da’i yang terlatih sebagai penulis dan mampu melawan serangan-serangan pemikiran dengan ilmu yang diperoleh dari SPI.

Amalia Nurihsani