Inilah Alasan Mengapa Ahok Harus Dilawan

Basuki Thahja Purnama tak pernah berhenti membuat kontroversi. Pro dan kontra selalu mengiringi Gubernur DKI Jakarta yang kerap disapa  Ahok itu. Menariknya, mereka yang dulu mendukungnya, kini berbalik badan. Salah satunya Geisz Chalifah.

Dalam akun facebooknya yang diunggah Jumat (28/8/2015), ia menuliskan alasan mengapa Ahok harus dilawan. Berikut isinya:

Ga Usah Lebay…

Ketika Ahok ditunjuk menjadi Gurbernur menggantikan Jokowi, banyak kalangan masyarakat melakukan protes, saya tidak mengecam yang mendemo, namun saya membela hak konstitusional Ahok sebagai warga negara.

Banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya lalu mengalirlah tuduhan sebagai Liberal, Sekuler dan sebagainya karena mereka tidak memiliki argument yang kuat terkait UU Politik, maka yang lahir adalah tuduhan.

Ketika Ahok melakukan perlawanan terhadap kebijakan partai yang mendukung pemilu lewat DPRD, saya mengapresiasinya. Ketika Ahok melakukan perlawanan pada DPRD terkait APBD, saya juga memujinya.

Cara Ahok berkomunikasi tidak menjadi perhatian utama karena semangat Ahok melawan “kemapanan” adalah semangat bersama. Setiap hari Ahok muncul di tv, berbagai rekaman pernyataannya di upload ke youtube, saya mengamati menyimak baik-baik, sedikit mulai curiga karena dalam banyak hal Ahok selalu terkesan emosional.

Sebuah rekaman seorang ibu dan anaknya datang melapor pada Ahok (saya lupa kasusnya dan dimana tanah yang dipersengketakan itu), Ahok menjawab pengaduan ibu dan anak itu dengan emosi, menggebrak mobilnya dan mengajak anak lelaki itu berkelahi.

Seorang warga mengadu pada pemimpinnya dan sang pemimpin bukan mengayomi rakyatnya, bukan menyatakan ikut prihatin, memberi solusi atau menentramkan, tapi Ia menampakkan sikap arogan dan watak bengis didepan warga yang selayaknya dilindunginya.

Ahok telah menunjukkan bahwa nalarnya cacat, emosinya tak mampu dikontrol.

Saya tak bersuara, hanya meyakini bahwa Ahok bukan sebagai pemimpin yang bisa diharapkan. Di pertengahan bulan Agustus kemarin, Ahok menyatakan siap membunuh 2000 orang demi melindungi 10 juta orang lainnya.

Jelas sudah cacat nalarnya Ahok, dia tidak berperang dengan lembaga yang korup, dia tidak berperang dengan oknum pejabat yang memanfaatkan kedudukan, dia mengajak berperang dengan semua orang termasuk pada masyarakat yang dipimpinnya.
Saya memutuskan #LawanAhok.

Bagi anda yang menyukai Ahok dan pendukungnya saya sangat amat menghormati pilihan anda, juga alasan-alasannya, tapi tidak usah lebay dengan menghakimi sikap orang lain yang tak mendukungnya. (Kur)