Katakan Maaf, Nak…

Dalam sebuah group Whatsapp, seorang teman bercerita tentang pengalamannya dalam perjalanan.

Siang itu saya duduk di stasiun Manggarai menunggu komuter line yang telat jadwal. Sambil menunggu saya minum es kopi dengan es krim diatasnya.

Tiba-tiba dari belakang anak kecil usia 3 tahunan mengambil minuman saya dan dia bawa ke ibunya, melihat hal itu, sang ibunya hanya meminta untuk mengembalikan minumannya namun si anak  tidak mau mengembalikan minuman tersebut.

Bahkan anak itu malah meminum es kopi dan memakan eskrim milik saya, sang ibu hanya diam saja melihat apa yang dilakukan anaknya dan malah membantu mengelap lelehan es krim di mulut anaknya.

Saya diam melihat kejadian itu, sambil menunggu apa yang akan ibunya lakukan. Saya berharap Ibunya menghampiri saya dan berbicara minta maaf, minta diikhlaskan atau basa-basi lainnya.

Ternyata hal itu tidak dilakukannya. Akhirnya saya hampiri mereka, saya berbicara dengan ibunya. Si ibu itu berdalih anaknya tidak mau mengembalikan.

Saya berusaha jelaskan bahwa anak ibu masih kecil, ketika dia tidak mau mengembalikan, ibu harus memberi tahunya bahwa itu salah dan Ibu bisa hampiri sang pemilik minta maaf atau minta diikhlaskan dan sebagainya.

Sang ibu malah menjawab dia akan mengganti seharga minuman yang saya beli.

Saya berusaha menjelaskan bahwa ini bukan tentang masalah harga makanan dan minuman itu tetapi lebih dari itu adalah tentang akhlak diri dan membentuk akhlak anak.

Sebenarnya memang banyak peristiwa yang berkaitan dengan budi pekerti/akhlak anak yang kadang orang tua tidak menegurnya padahal apa yang dilakukan anak salah, banyak orang tua yang malah memaklumi, namanya juga anak-anak.

Semestinya sebagai orang tua,  kita wajib menegur anak dalam kapasitas memberi tahu apa yang salah dan apa yang benar, apa yang boleh dan apa yang tidak.

Berani mengakui kesalahan dan mengungkapkan maaf, dengan begini, sikap dan karakter bijak dan lapang dada untuk bisa memaafkan orang lain akan terbentuk dalam dirinya.

Dengan mengajarkan anak konsep memaafkan dan meminta maaf akan juga membentuk pribadi mereka yang penyayang dan peduli terhadap sesama, yang mana hal ini dibutuhkan dan diperlukan saat mereka dewasa kelak.

Semoga saja ada pelajaran yang bisa diambil sang Ibu itu dan juga pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa itu.

Wallahu’alam.

By : sahabatbaik