JJ Rizal Kritik Pedas Ahok Terkait Penggusuran Kampung Pulo

Penggusuran Kampung Pulo, Jakarta yang berujung ricuh hari ini, Kamis (20 Agustus 2015) memancing sejarawan JJ Rizal untuk berkomentar. Melalui akun twitternya, @JJRizal ia mencuitkan kritik pedas kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok.

“Dalam konteks kampung pulo, Ahok itu tumpul kemanusiaannya dan hadir sebagai aktor kekerasan dan prasangka,” tulisnya yang diretweet oleh 95 akun.

Dengan berani, ia juga menagih penggusuran di perumahan tempat tinggal Ahok yang ia sinyalir merusak lingkungan.

“Kalau Ahok konsisten gusur Kampung Pulo karena dianggap tinggal di lahan hijau/resapan, gusur juga dong lingkungan rumahnya di Pantai Mutiara. Kawasan Pantai Mutiara itu kawasan yang 860 HA diperuntukan bagi hutan bakau dan resapan, tapi kok Ahok belaga tidak tahu dan berdosa tinggal disana.

Ahok gak bakal gusur rumahnya di Pantai Mutiara meski melanggar peruntukan karena dia anggap itu rumah hoki dan dia ga tau sejarah ruang Jakarta.”

Selain menyinggung perumahan tempat tinggal Ahok, JJ Rizal juga mengkritik kebijakan reklamasi yang nyata-nyata merusak lingkungan.

mengapa kpd orang kecil Ahok galak  sekali, sementara pada developer spt reklamasi pluit yg jelas2 merusak lingkungan hatinya baik sekali?

yg tinggal di kawasan yg seharusnya bkn u perumahan tp dibuatan jd perumahan oleh developer en diberi sertifikat itu terus dianggap legal?

JJ Rizal masih meneruskan cuitannya yang ditujukan kepada Ahok. Ia juga bercerita bahwa beberapa ilmuwan sudah mencoba menawarkan konsep terbaik yang bisa menghindari penggusuran. Tetapi Ahok tidak mengindahkannya.

Berikut ini cuitan lengkapnya.

sutiyoso ketika banjir 2002 aja gusur rubuhin vilanya di puncak, masa Ahok kaga mau gusur rubuhin rumahnya di lahan resapan en hutan bakau

rusunawa selalu jd alasan bahwa Ahok manusiawi, tp apa manusiawi dari punya tanah en rumah sendiri jd ngontrak 5 thn doangan en perpanjang

dari 2,8 ha kp pulo 1,7 punya sertifikat tp dicap penghuni liar en hrs pindah ke rusun jd orang kontrakan, kehilangan tanah en kp halaman

ngapa Ahok tutup mata perusakan lingkungan jg larangan KLH soal reklamasi pluit yg akn jadi bencana ekologi Jakarta, tp melotot soal kp pulo

Ahok bilang memihak kebenaran demi Jakarta baru, tapi rupanya Jakarta Baru=Orde Baru bilang atas nama hukum tp u si kaya, si super kaya

ahok tau en org kp pulo sdh ketemu dia bawa surat legal en konsep matang kp berwawasan manusia dgn air, ahok sepakat tp kemudian berkhianat

org kp pulo sdh ktemu Ahok didampingi kawan Ciliwung Merdeka bawa konsep hasil kerja bareng arsitek2 terbaik yg disaluti Ahok, tp kemudian..

kalo ahok benar bela yg benar knapa urusan reklamasi pluit keputusan KLH yg dimenangkan MA diabaikan, proyek rusak lingkungan dibiarin jalan

Ahok gusur dong rumahnya krn di lahan utan mangrove yg dijadikan hunian mewah en akibatkan penurunan tanah, banjir rob baru bela yg benar

apa Ahok sadar en punya pengetahuan bahwa ia pun sejenis org kp pulo yg dituduh penghuni liar penyebak bencana banjir krn tinggal di pluit

kalo Ahok betul ngerti Jakarta ya kudunya dia lihat dirinya pun bagian dr penjahat lingkungan krn tinggal di kawasan 806 ha hutan bakau

ahok dukung reklamasi developer2 gede yg jual kawasan mewah persetan rusak lingkungan, kalo Jakarta rusak banjir parah yg disalain si miskin

soal Ahok a/ soal lama elite Jakarta yaitu arogansi en prasangka kpd si miskin sbg biang masalah, dimusuhi bkn digandeng u cari solusi

bahkan saat si miskin sdh didampingi intelektual dr aneka ilmu, Ahok ttp berprasangka ke si miskin, artinya ia antisi miskin antiintelektual

jakarta baru jakarta neo developmentalism…jakarta ruang mengeksploitasi demi pemuasan mimpi kaum uang