Di Tengah Lonjakan Harga Daging, Pemerintah Hapus Pajak Tiket Bioskop

Pemerintahan Jokowi saat ini tampak memberi perhatian lebih kepada hiburan masyarakat, khususnya bioskop. Di tengah gejolak harga daging sapi dan ayam yang melambung tinggi, pemerintah berkenan menghapus pajak tiket bioskop.

Tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 158/PMK.010/2015 tentang Kriteria Jasa Kesenian dan Hiburan yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai yang diterbitkan pada 13 Agustus 2015, terdapat beberapa jenis kesenian dan hiburan yang tidak dikenai PPN. Salah satunya adalah tontonan film yang diselenggarakan di bioskop-bioskop.

Sesuai pasal 3 dalam PMK tersebut, peraturan ini akan diberlakukan 30 hari terhitung sejak tanggal diundangkan, atau tepat pada 12 September 2015.

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan niatnya untu memperbanyak jumlah bioskop dengan menjanjikan intensif bagi pengusaha yang membangun bioskop.
“‎Saya tidak ingin menyampaikan banyak tapi akan kita siapkan regulasi yang mendukung baik untuk memperbanyak bioskop, dan saya yakin dengan pasar yang besar sekali akan sangat menarik bagi investasi untuk memperbanyak bioskop‎,” ucap Jokowi di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Selasa (4 Agustus 2015) seperti dikutip Okezone .

Jokowi pernah menyinggung jumlah bioskop di Indonesia yang masih jauh dari angka normal. Ia menyayangkan hanya terdapat 1.000 gedung bioskop untuk warga Indonesia yang berjumlah 240 juta jiwa.

“Normalnya 5.000 hingga 6.000. Berarti masih kurang sekitar 4.000,” ujar Jokowi seperti dikutip CNNIndonesia dalam sambutan acara Peringatan Hari Film Nasional di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, beberapa bulan lalu.

Jokowi juga ingin membagi bioskop menjadi tiga kelas, yaitu  premier (atas), menengah, dan kecil. Dengan tiga kategori tersebut, Jokowi berharap dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat kecil untuk merasakan menonton film di bioskop dan hadirnya film pendek.

‎”Saya ingat dulu saya kalau nonton bioskop, film-film baru keluarnya di biskop yang kelas atas, baru setelah satu tahun keluar filmnya di bioskop yang kecil, saya nonton di situ, tapi tidak apa-apa yang penting masyarakat bisa nonton semua,” papar Jokowi.