Jokowi Bukan Soekarno

Jokowi yang oleh sebagian pendukung fanatiknya dianggap sebagai titisan Soekarno, namun pada kenyataannya berbanding terbalik, jauh antara langit bumi. Banyak pihak yang mempertanyakan klaim tersebut.

Sebut saja Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid. Ia mempertanyakan konsistensi Joko Widodo dalam menjaga sikap tegas Bung Karno terkait dengan Israel.

Hidayat mengatakan sekalipun pemberian visa masuk atlet Israel ke Indonesia memang diberikan oleh pihak imigrasi, hal itu tidak akan terjadi jika pemerintah memberikan garis yang jelas terkait dengan masalah Israel. “Kalau ini dilakukan tentu imigrasi tidak akan bersikap seperti itu,” ujar Hidayat.

Diingatkannya, mantan presiden Sukarno memiliki sikap yang tegas terhadap Israel. Pada saat Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Games of New Emerging Forces (Ganefo) 1963, yaitu pesta olahraga negara-negara anti imperialis, Sukarno menolak atlet Israel. Sukarno juga menolak kedatangan Israel dalam konferensi negara-negara nonblok.

“Bung Karno sangat jelas dan tegas sikapnya terhadap Israel. Padahal saat itu penjajahan Israel terhadap Palestina belum seluas sekarang,” kata Hidayat.

Dengan posisi Bung Karno seperti itu, menurut Hidayat, semestinya Jokowi meneruskan sikap Bung Karno. Terlebih, menurut Hidayat, Jokowi mempunyai janji bahwa Indonesia akan ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina. (hs/republika)