Pinjam Baju

Ilustrasi.

Hidup kita sangat bergantung pada ruh yang Allah berikan sejak kita lahir. Jika diibaratkan dengan sebuah benda, maka ruh kita ini adalah baju yang kita pinjam dari Allah dan harus dikembalikan sesuai waktunya.

Ruh yang Allah berikan pada kita ini dalam kondisi fitrah, terbaik dan tersuci tanpa dosa. Maka, baju yang kita pinjam dari Allah ini adalah baju yang paling bagus.

Dalam perjalanan kehidupan manusia, baju yang kita pinjam ini dipulangkan kembali kepada Allah dalam masing-masing keadaan.

Pertama, baju ini masih suci, belum ada nodanya sama sekali. Inilah ruh yang kembali kepadaNya dalam keadaan fitrah, masih anak-anak atau belum baligh. Dia kembali dalam keadaan yang suci.

Kedua, baju yang dikenakan ini kotor di tengah perjalanan, dikotori oleh beragam dosa, namun karena orang ini malu mengembalikan baju ini dalam keadaan kotor, maka ia mencucinya berulang kali hingga bersih seperti semula. Sehingga, saat baju ini kembali, pemilikNya merasa senang. Inilah orang yang berbuat salah namun terus menerus beristighfar dan bertaubat agar ruhnya suci kembali saat dipanggil Allah.

Ketiga, baju yang dikenakan ini robek di perjalanan. Saat dia ingin mengembalikan baju tersebut, dia jahit baju tersebut, hingga tak terlihat lagi robekannya. Dan pemilik baju tersebut senang saat menerimanya kembali. Inilah orang-orang kafir, namun di tengah perjalanan hidupnya, ia tersadar dan kembali ke fitrahnya. Setiap batin manusia, pasti mengatakan bahwa Tuhan yang berhak disembah hanya Allah.

Keempat, baju yang dipinjamkan ini kotor, dan saat dipulangkan ia memulangkannya dalam keadaan kotor meskipun baju tersebut utuh. Maka, ruh ini pulang dalam keadaan kotor, meskipun pada akhirnya ia akan masuk surga, namun ruh ini harus dicuci dulu sesuai dengan kadar dosanya di dalam api neraka.

Kelima, baju ini pulang dalam keadaan robek dengan koyakan yang besar, dan belum diperbaiki. Maka pemilik baju ini sangatlah marah, karena baju ini pulang dalam keadaan hina. Dan ruh inilah akhirnya yang mengisi api neraka yang kekal lagi tertutup rapat. Inilah tempat kembalinya orang-orang kafir.

Jadi, dalam keadaan seperti apakah kau ingin memulangkan bajumu?

Nurul Septiani