Din Syamsuddin Beri Garansi Untuk Ketua Muhammadiyah yang Baru

Din Syamsuddin yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah memberi garansi untuk ketua Muhammadiyah yang baru, Haedar Nashir.

“Beliau seorang cendikiawan yang saya tahu persis memiliki wawasan kedakwaannya sangat luas, dan juga tentu sebagai seorang sosiolog,” terangnya dalam pidato di Universitas Muhammadiyah, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (7 Agustus 2015).

Din juga menjamin bahwa pemimpin baru organisasi massa Islam terbesar ke dua di Indonesia ini akan didukung oleh banyak pihak.

“Beliau sangat paham masalah organisasi (Muhammadiyah) dengan pengalamannya dan dukungan yang lain saya yakin sangat mampu menyelesaikan masalah-masalah (di Muhammadiyah),” ujarnya.

Mengenai pasangan suami-isteri mengelola Muhammadiyah, Din tak mempermasalahkan. Menurutnya, hal itu sudah menjadi amanah muktamar.

“Tidak ada masalah karena ini sudah merupakan kehendak muktamar. Termasuk Ibu Noordjannah yang sudah menjabat di periode berikutnya,” terangnya.

Seperti diketahui, ada tradisi dalam Muhammadiyah, bahwa yang memimpin organisasi wanita Muhammadiyah, Aisyiah adalah isteri dari ketua umum Muhammadiyah. Dalam hal ini, Siti Noordjannah Djohantini yang merupakan iseri Haidar Nashir yang terpilih.

Kepemimpinan pasangan suami-isteri ini, disebut Din, mengulang kepemimpinan pasutri Kiai Ahmad Dahlan dan Nyai Siti Waidah. Hanya saja, Haedar dan Noordjannah memimpin dalam waktu bersamaan sementara Ahmad Dahlan dan Siti Waidah tidak. Karena PP Aisiyiah baru berdiri beberapa tahun setelah Muhammadiyah lahir.

“Oleh karena itu tidak ada masalah, mengulangi apa yang terjadi di abad pertama, Muhammadiyah dipimpin oleh Kiai Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah Dahlan. Sekarang memasuki abad kedua kembali dipimpin pasangan suami istri,” pungkas beliau.