Haedar Nashir Bertekad Lanjutkan Capaian Prestasi Muhammadiyah

Beban amanah telah diletakkan di bahu Haedar Nashir. Roda organisasi Muhammadiyah dengan berbagai prestasinya selama ini kini telah menjadi tanggung jawab seorang dosen Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta setelah musyawarah 13 anggota formatur mencapai mufakat, Kamis malam (5 Agustus 2015).

“Melanjutkan kepemimpinan Pak Din (Syamsuddin) dan pemimpin sebelumnya itu bukan hal yang gampang. Capaian yang telah ditorehkan sungguh sebuah prestasi yang kita rasakan hari ini,” begitu Haedar Nashir berpidato di Universitas Muhammadiyah, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (7 Agustus 2015).

Nama-nama besar berjajar dan tercatat oleh sejarah sebagai pemimpin organisasi massa Islam terbesar kedua di Indonesia. Bahkan organisasi ini menjadi penyelamat konstitusi negara setelah beberapa tuntutannya dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi.

“Ini yang harus kita tunaikan sebaik-baiknya. Di bayang-bayang saya, ada Pak Din, Pak Buya Syafii (Ma’arif), dan Pak Amien (Rais). Dalam mengemban bayang-bayang itu tidak mudah,” ucap Haedar.

Terbayang oleh Haedar ucapan seorang Umar bin Khathab r.a. yang terkagum melihat kerja khalifah Abu Bakar r.a. yang ucapan itu sesuai dengan keadaannya kini.

“Umar mengatakan wahai ‘Abu Bakar, engkau akan membuat lelah para khalifah sesudahmu.’ Tapi insya Allah saya tidak akan lelah karena akan ada 12 pimpinan tokoh pusat Muhammadiyah di belakang kami, ada 7 otonom, ada 488 pimpinan daerah, 3.655 pimpinan cabang dan 13.540 pimpinan ranting,” ujarnya.

Haedar juga berbicara soal afiliasi Muhammadiyah dan partai politik.

“Kita lihat usul-usul dalam pemandangan umum walau bukan arus besar. Poinnya kita membangun komunikasi dengan semua kekuatan bangsa termasuk partai politik. Dalam konteks saluran, tentu kita memberikan kesempatan kepada kader muda kita untuk berkiprah. Dan kita punya institusi yang banyak, kita punya majelis hikmah, perguruan tinggi dan artikulasi kader politik itu tentu harus melalui pendidikan politik yang baik,” tegasnya.

Mantan Sekretaris PP Muhammadiyah periode 2000-2005 ini pun tak lupa mengucapkan selamat kepada saudara organisasinya, Nahdhatul Ulama yang telah selesai membentuk kepengurusan baru.

“Selamat atas terpilihnya Said Aqil dan terbentuk pengurusan baru. Insya Allah sesuai tradisi kami akan bekerja sama dalam aspek-aspek untuk kebaikan umat,” tandasnya.