Iwan Piliang Menyesal dan Rela Dihina Karena Telah Melakukan Ini

Ada sesal yang membebani seorang Iwan Piliang. Sampai-sampai ia menulis status di twitter yang membolehkan netizen menghina dia karena apa yang telah ia perbuat. Ya, penyesalan membuat seseorang akan meminta maaf hingga rela dihukum.

“Jgn hina Presiden @jokowi . Hinalah diri sy sehina-hinanya krn mengajak memilihnya tempo hari tiada henti. Thx” tulisnya siang tadi, Rabu (5 Agustus 2015).

Iwan Piliang tentu menyindir langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menghidupkan kembali pasal penghinaan presiden. Seperti diketahui, Jokowi telah mengajukan 786 Pasal dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) ke DPR RI untuk disetujui menjadi KUHP. Di antara pasal-pasal tersebut, terselip pasal penghinaan kepada kepala negara yang telah dihapus Mahkamah Konstitusi pada 2006 silam.

Iwan Pilian sendiri pada masa kampanye pemilihan presiden merupakan sangat aktif mengajak netizen untuk memilih Jokowi. Melalui akun twitternya, @IwanPiliang7, Iwan meyakinkan followernya bahwa bila menjadi Presiden, Jokowi akan membuat Indonesia lebih maju.

Keadaan berbalik, kini Iwan menjadi rajin mengritik Jokowi melalui tulisan-tulisannya.

Kicauan Iwan Piliang ini mendapat berbagai tanggapan dari pengguna twitter.

Laode Sahrulan melalui akunnya @laodesahrulan membalas, “@IwanPiliang7 @jokowi rakyat tidak menghina bang.tapi rakyat sangat sakit atas kebohongan dan janji manis kampanye dan hukum yg rusak.” Senada dengan akun @TainNdorone77 yang menulis “Rakyat sbenarnya bukan menghina JOKOWI bang @IwanPiliang7 , tapi rakyat hanya butuh realisasi apa yg dijanjikan jokowi di waktu kampanye dl.”

Old shutterhand dengan akunnya @dinde_bdl menulis, “@IwanPiliang7 @jokowi kalo rakyat hidup nya tentrem, kebutuhan pokok terbeli, pmerintah memgayomi. Ngapain kita teriak2 dan urus presiden.”

Desrizal Misbah melalui @DesrizalMisbah mengingatkan Iwan Piliang tentang sebuah pepatah Minang. “@IwanPiliang7 @jokowi Nasi tlh jd bubur. org Minang yg bijak biasanya tahu dgn filosofi ini “alun takilek alah takalam,” tulisnya.

Fefi Mukti Wibowo dengan akun @fefymukti menyatakan merasa lega telah memilih Prabowo meski kalah dalam pilpres. “@IwanPiliang7 tak menyesal sya dulu memilih prabowo mskipun kalah,dripada yg jagonya menang malah jadinya seperti ini keadaannya,,,”

Netizen lain, gito dengan akunnya @gito_suyanto berpendapat lain. “@IwanPiliang7 @jokowi orang milih bkn krn ajakan bang Iwan tapi karena nurani masing2,” katanya.