Guru di DKI Mulai Terbiasa Gajinya Dibayar Telat

Dua hari telah berlalu, namun gaji belum masuk ke rekening tabungan guru di Jakarta. Para guru di DKI mulai terbiasa dengan keterlambatan pembayaran gaji beberapa tahun belakangan.

“Saya kadang sampai malu sering ke Bank DKI, tapi ternyata belum turun-turun juga,” ujar seorang guru seperti dikutip Republika 10 Mei 2015 lalu.

Baca juga: Tak Hanya PNS, Inilah Mereka Yang Gajinya Telat Dibayar Oleh Pemprov DKI

Sejak 2013, guru PTT dan honorer telah merasakan pahitnya gaji tertunggak. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang saat itu menjabat, Taufik Yudi Mulyo mengaku bahwa keterlambatan ini akibat dari APBD DKI yang baru cair.

“Gaji guru PTT dan guru honorer tiga bulan belum dibayar karena APBD 2013 baru cair bulan Februari,” ujarnya 4 Maret 2013 lalu.

Untuk tahun ini, keterangan berbeda diberikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Agus Suradika. Ia mengatakan bahwa keterlambatan gaji guru akibat Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) yang masih bermasalah.

“Mereka belum bisa mencetak listing gaji guru dan SPM (Surat Perintah Membayar),” ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 3 Agustus 2015 seperti dikutip vivanews.

Tahun ini keterlambatan gaji sudah hampir rutin terjadi tiap bulan sejak Januari.

“Selama puluhan tahun jadi guru enggak pernah terlambat terima gaji. Tahun ini, gaji keluar pernah sampai tanggal 9. Kemarin saja itu karena mau lebaran, jadi lebih cepat. Tapi sekarang terlambat lagi,” ujar seorang guru kepada CNN Indonesia, Senin 3 Agustus 2015.

Tak hanya gaji, pembayaran tunjangan guru juga mengalami keterlambatan. Komponen upah yang diterima guru tiap bulannya terdiri dari gaji, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) statis, TKD dinamis, dan tunjangan profesi.

Agus Suradika menjelaskan tentang keterlambatan pembayaran TKD statis dan dinamis. Ini semua karena  APBD dan perubahan Peraturan Gubernur.

“Januari-Maret memang agak terlambat karena APBD belum disahkan. April, Mei, Juni juga belum dibayar karena pergubnya baru selesai,” ujar Agus.

Ia menyebut adanya perubahan Peraturan Gubernur terkait pembayaran TKD. Pergub Nomor 207 tahun 2014 telah diganti dengan Pergub Nomor 193 Tahun 2015.

“TKD mulai April mekanismenya berubah. Jadi ada panjer dibayar di awal sesuai TKD 2014 tanggal 1 atau 2 bersamaan dengan gaji, lalu tanggal 18 dibayar lagi dari hasil input kinerja. Ini melalui proses komputerisasi sedang dihitung TKD April-Juni. Mudah-mudahan minggu ini selesai dan akan segera dibayar,” kata Agus.

Sedangkan, mengenai tunjangan profesi, hal ini merupakan tanggung jawab pemerintah pusat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Republika/CNN Indonesia/KabarUmat)