Hukum Membuat Boneka untuk Mainan Anak

Assalamu’alaykum Ustadz.

Bagaimana hukum membuat boneka untuk anak-anak dalam Islam, apakah dosa sebagaimana membuat patung.

Jika dibolehkan, lalu boleh jugakah kita membuat boneka dengan wajah seperti ada mata, hidung, dan mulut? Apakah wajah bonekanya harus dihilangkan sehinggat tidak terkena dosa menyerupai makhluk hidup?

Jazakallah khoiron katsir.

Nurul, Bekasi

Jawaban:

Bismillahirrahmanirrahim

Boneka adalah salah satu jenis patung-patungan untuk permainan anak-anak. Jika boneka itu tidak menyerupai makhluk bernyawa maka para ulama sepakat atas kebolehannya. Seperti boneka berbentuk tumbuhan, buah-buahan, dan bunga-bungaan.
Adapun boneka yang menyerupai makhluk bernyawa, maka mayoritas ulama dari kalangan hanafiyah, syafi’iyah dan hanabilah membolehkan. Ada yang membolehkan secara mutlak dan ada juga yang membolehkan dengan syarat tanpa kepala atau tanpa anggota badan yang utuh.

Di antara ulama kontemporer yang mengamini pendapat di atas adalah Syeikh Sayyid Sabiq rahimahullahu ta’ala, penulis kitab Fiqhus Sunnah. Dalil yang digunakan yaitu hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasai dari Aisyah radhiallahu ‘anha.

“Rasullullah shallallahu alaihi wasallam datang dari Perang Tabuk atau Khaibar, sementara kamarnya tertutup tirai. Lalu tiba-tiba angin berhembus sehingga tirai itupun terbuka dan membuat boneka-boneka Aisyah terlihat.
Rasul bertanya : wahai Aisyah, apa ini ?  Aisyah menjawab : anak-anak perempuanku (boneka).
Kemudian rasul melihat diantara boneka-boneka itu satu boneka berbentuk kuda yang memiliki dua sayap. Beliaupun bertanya : apa yang aku lihat di tengah-tengah boneka itu ? Aisyah menjawab : itu kuda. Beliau bertanya : lalu apa yang ada di badannya ? Aisyah menjawab : dua sayap. Beliau kembali bertanya : apakah kuda memiliki dua sayap ? Aisyah menjawab : tidakkah engkau pernah mendengar bahwa Sulaiman memiliki kuda yang punya banyak sayap ? Aisyah berkata, maka Rasul pun tertawa sehingga terlihat gigi-giginya”.

Jadi kesimpulannya adalah boneka jika digunakan untuk permainan anak-anak maka diperbolehkan.

Wallahu a’lam bisshowab.

Pengasuh: Ustadz Ardi Budiman, Lc. (Dirasat Islamiyah wal ‘Arabiyah, Al Azhar Kairo)