Stefano Romano, Fotografer Italia yang Menjadi Muslim Karena Cahaya Jilbab

Hidayah Allah datang dari arah yang tak pernah terduga. Begitulah kisah yang dialami Fotografer dari Italia yang bernama Stefano Romano. Aktivitasnya yang kerap memotret muslimah berjilbab membuat jalan hidupnya berubah drastis. Dari seorang Nasrani, ia akhirnya memutuskan memeluk Islam.

Stefano Romano sangat senang mengeksplorasi wajah dari berbagai belahan dunia. Di negaranya, banyak sekali pendatang muslim, seperti dari Maroko, Tunisia, Bangladesh, dan sebagainya. Setiap kali Stefano mengambil gambar para pendatang muslim tersebut, ia selalu mewawancarai tentang hijab atau jilbab yang mereka pakai.

Banyak sekali berita fitnah yang berseliweran di Eropa tentang jilbab. Tapi entah mengapa, Stefano tidak pernah bisa percaya, dia mencoba mendengar satu persatu semua pernyataan para imigran muslim tentang arti jilbab. Apa yang dia dengar sangat berbeda dengan prasangka orang-orang Eropa tentang jilbab.

Rasa penasaran pun akhirnya membawa Stefano ke Big Mosque (Masjid Besar), Italia. Di sana ia mempelajari hadits, tapi sulit sekali ia memahami Islam. Sampai kemudian ia datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Dia mengikuti pengajian setiap minggu di KBRI selama setahun.

Di tahun 2010, bulan Oktober menjadi bulan perubahan buat Stefano, ia memutuskan untuk memeluk Islam setelah setahun mempelajari Islam. Dia bersyahadat di KBRI. Tak lama berselang, Stefano menikah dengan Bayu Bintari Fatmawati, muslimah asal Indonesia di Italia.

Stefano tak berhenti belajar meski sudah menjadi muslim. Ia belajar membaca Al Quran dengan metode Iqro dibantu oleh istrinya dan membaca Al-fatihah.

Salah satu tantangan terbesarnya adalah meninggalkan babi dan alkohol. “Ini adalah jihad saya, karena saya mengkonsumsinya 30 tahun lebih, ini sulit, maka ini jihad saya,” ungkapnya.

Stefano mendapat kemudahan untuk menjadi mualaf, keluarganya pun tak terlalu mempermasalahkannya. Mereka hanya kaget ketika di awal-awal Stefano memutuskan memeluk Islam. Stefano sangat bersyukur memiliki istri seorang muslimah yang baik. Selain shalihah, keluarga Stefano sangat senang dengan istrinya.

Stefano selalu menyebut dirinya adalah pencari cahaya, karena dirinya adalah seorang fotografer, dan melihat keindahan islam dari balik lensa kameranya. (Nurul Septiani)