Terima Kasih, Izzatul Islam

Tangisku tak tertahan.. Indonesia Rayamu sudah meremas-remas hati.

Mujahid Muda-mu mengiris-iris. Kami memang tidak lagi muda. Ada anak-anak muda di belakang kami. Harusnya mereka para pejuangmu. Meneruskan cita-cita kami.

Kami mujahid!
Bukan perusuh!
Tanah air kami, pasti akan kami bela dari para perusuh!

Terima kasih, Izzatul Islam..

Aku tercekat!
Aku tahu jika aku harus meneriakkan, Kami harus kembali!

Kami harus kembali!

Tapi, aku tercekat..

Hatiku berteriak,.

Aku akan tetap..
Aku harus kembali..
Dengan semua yang aku miliki.

Terima kasih, Izis!

Jakarta, 2 Agustus 2015
Eko Novianto