Presidium Pemuda Djayakarta Desak Ahok Bertanggung Jawab Atas Korupsi UPS

Foto: rmol.co

Kasus korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyeret dua nama, yaitu Alex Usman dan Zaenal Soleman. Kedua orang tersebut diduga bertanggung jawab atas penggelembungan dana pembelian UPS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja 2014 DKI Jakarta.

Keduanya adalah anak buah Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok). Alex berperan sebagai pejabat pembuat komitmen pengadaan UPS di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, sementara Zaenal Soleman di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Noval Abuzar, Ketua Presidium Pemuda Djayakarta (PPD) mendesak agar Ahok bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya.

“Kasus UPS yg melibatkan pihak eksekutif di Pemda DKI harus di usut tuntas. Ahok sebagai Gubernur harus bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya. Ahok jangan hanya bisa menyalahkan anak buah dan lepas tanggung jawab, karena penyusunan APBD di bawah kendali Gubernur,” ujar Noval melalui siaran persnya, Kamis (30 Juli 2015).

Rabu lalu, Ahok telah dipanggil Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ahok dicecar 21 pertanyaan menyangkut korupsi UPS ini. Menurut Noval, saat itu adalah kesempatan bagi Ahok untuk membuka kasus ini dengan terang benderang.

“Ini momentum terbaik untuk Pak Ahok dalam upaya mengungkapkan dugaan-dugaannya terkait temuan beliau pada kasus penyimpangan dana anggaran UPS, seperti yg pernah beliau sering sebutkan ke media massa atau bahkan beliau adukan ke KPK beberapa waktu yg lalu,” ujarnya menanggapi pemeriksaan Ahok di Bareskrim.

Presidium Pemuda Djayakarta (PPD) tetap konsisten sejak awal dalam rangka Bersih-bersih di lingkungan Stakeholder DKI Jakarta dan tetap konsisten untuk mendukung aparat untuk menyeret begal-begal anggaran agar mendapatkan tindakan hukum yg layak sebagai bentuk adanya kepastian hukum.