Seratus Tim Siap Benahi Kualitas Pengeras Suara Masjid Indonesia

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyiapkan 100 tim pemantau yang terdiri dari 700 orang lebih teknisi dan 100 unit mobil yang akan melakukan penataan pengeras suara di masjid-masjid di Indonesia.

Tim ini dibentuk sebagai tindak lanjut atas wacana yang pernah disinggung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) tentang “polusi suara” dari masjid-masjid yang memiliki kualitas pengeras suara yang buruk.

(Baca juga: Jusuf Kalla Bentuk Tim Pemantau Suara Kaset Pengajian di Masjid )

Juru Bicara Wakil Presiden Husain Abdullah memberi keterangan bahwa keberadaan tim pemantau ini adalah bagian dari program besar DMI untuk membenahi kualitas soundsystem atau sistem tata suara di masjid-masjid.

“Program ini akan menjangkau 800 masjid dan mushala di Indonesia,” ujarnya seperti dikutip JPNN, Ahad (26 Juli 2015).

(Baca juga: Suara Mengaji Subuh Hari, Polusi Udara Bagi JK )

Program ini juga memiliki landasan hukum, yakni Instruksi Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nomor KEP/D/101 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Mushala yang dikeluarkan sejak 1978 silam.

“Jadi ini bukan barang baru,” ujarnya.

(Baca juga: Toa, Kaset Mengaji, dan Islam Nusantara)

Kerja tim ini diharapkan dapat membuat materi ceramah yang disampaikan oleh khatib dan muballigh dapat terdengar baik oleh para jamaah.

“Sebab, banyak masjid-masjid besar yang soundsystem-nya berdengung atau bergaung, akibatnya suara khatib tidak bisa terdengar jelas,” ucapnya.

(Baca juga: Bukan Polusi, Suara Adzan Jadi Penghantar Hidayah Bagi Keluarga Ini)

“Kalau peralatan sudah bagus tapi suara berdengung, nanti akan dibantu penempatan speaker dan penyetelannya. Tapi kalau peralatannya tidak memadai, nanti akan dibantu dari DMI,” jelasnya lagi.