PBB, Hijab Tidak Membatasi Kami

Sungguh terkejut hati saya saat melihat sebuah iklan dari United Nations (Persatuan Bangsa-Bangsa) tentang kesetaraan gender. Iklan tersebut menggambarkan seorang wanita berhijab dengan mulut tertutup, lalu diberi caption “women need to be seen as equal”.

Sungguh, Islam adalah agama yang mulia yang sudah mengatur umatnya agar hidup dalam kebaikan. Allah, Tuhan kami yang menyuruh kami menggunakan hijab. Diturunkannya Hijab untuk umat Islam bukanlah untuk mempersempit gerak seorang wanita, melainkan membuat perasaan bebas dan terhormat bagi seorang wanita.

Saya merasa terhormat saat memakai jilbab. Sekalipun saat saya pernah tinggal di negara non muslim, saya merasa dikenali, mereka jadi tahu saya, bahwa saya adalah muslim, dengan mudah mereka akan memberi fasilitas lebih kepada saya. Saat acara makan siang bersama, teman-teman saya sibuk berusaha mencari menu seafood dan vegetarian, karena jilbab mereka jadi tahu bahwa saya muslim yang taat dan patut dihormati. Sekalipun saya belum pernah merasa terendahkan dengan pakaian kebesaran islam, Hijab.

Bukankah Allah sudah mengatakan pada kita “kuntum khoyrul ummat ukhrijat linnaas” bahwa kita adalah umat yang terbaik, dan tentunya aturan Allah adalah aturan yang terbaik.

Apa yang kalian inginkan adalah kami seperti wanita modern berbusana mini, lalu dilihat tak cukup, dipegang, dizinahi puluhan laki-laki bergonta-ganti dan terkena AIDS? Apa yang kalian inginkan dari kami adalah kulit kami yang tipis terbakar oleh panasnya matahari atau berkerut oleh dinginnya udara musim dingin sehingga lebih mudah terkena kanker kulit, sungguh kami tak butuh sunblock mahal untuk menutupi kulit kami, Allah sudah memberi solusinya dengan hijab.

PBB yang saya hormati, bijaklah membuat iklan. Kami muslimah berhijab, tak pernah merasa terbatasi dengan hijab kami. Kami bangga, kami cinta, dan kami terhormat.

Nurul Septiani