Menteri dan Warga Yahudi Israel Serang Masjid Al-Aqsha

Ilustrasi kerusuhan di sekitar Al-Aqsho yang dipicu oleh aparat penjajah zionis Israel

Kelompok Yahudi Israel yang menamakan diri “Pembela Kuil” melakukan provokasi dengan menyerukan penyerangan terhadap Masjid Al-Aqsho, Ahad lalu (26 Juli 2015), dalam peringatan yang mereka sebut, “peringatan robohnya kuil.”

Mereka meminta aparat Israel untuk menutup akses Masjid Al-Aqsho dari umat muslim dan memberi izin bagi Yahudi untuk menunaikan ritual Talmoud di Al-Aqsho. Tindakan ini sebagai langkah awal membelah Al-Aqsha dan membangun kuil setelah masjid tersebut dirobohkan.

Permintaan ini dipenuhi aparat Zionis. Mereka memblokade Masjid Al-Aqsho dengan pagar kawat berduri di setiap gerbangnya. Aparat penjajah ini juga melarang laki-laki Palestina yang berumur di bawah 50 tahun untuk memasuki masjid.

Namun pagar dan prosedur aparat Israel tak menghalangi warga Palestina untuk memasuki masjid dan menjaganya dari penistaan warga Yahudi. Seperti dilaporkan Qpress, ratusan warga Al-Quds dan warga Palestina 1948 masuk masid Al-Aqsha pagi kemarin. Mereka memenuhi panggilan rihlah ke masjid AL-Aqsha dan menghadang serbuan warga Yahudi meski pagar kawat berduri dipasar di gerbang-gerbang masuk.

Mereka shalat di gerbang-gerbang masjid dan bertahan di sana untuk menjaga masjid. Walaupun pasukan Israel melakukan kekerasan terhadap mereka. Akhirnya, pada siang hari pukul 11 pagar berduri pun disingkirkan dan mereka masuk.

Bentrokan sengit antara pasukan Israel dan warga Palestina sempat pecah. Menyebabkan korban 16 warga Palestina terluka. Sebagian lain dalam kondisi luka parah akibat lemparan bom mercon dan gas air mata serta tindakan kekerasan berlebihan. Dan 6 orang lainnya ditangkap.

Bentrokan ini juga melibatkan Menteri Pertanian Israel Ore Urul yang bergabung dengan kelompok Yahudi menyerang Al-Aqsho. Namun mereka dihadang oleh warga Palestina.

Kerusuhan ini berakhir kala warga Yahudi yang berjumlah mencapai 323 orang itu kabur dari Al-Aqsha. Kepergian mereka masih menyisakan suasana menegangkan di sekitar tempat suci Umat Islam itu.

Ketua Bagian Manuskrip Masjid Al-Aqsha, Ridwan Amr menyebutkan, sejumlah jendela mushola Al-Qibli (berkubah hijau tua) dirusak dan sebagian fasilitas lainnya dibakar. Namun tim pemadam kebakaran masjid segera memadamkannya.

Pegawai masjid dan satpamnya mengalami tindakan kekerasan dari pasukan Israel dengan gagang senapan, gas air mata dan senjata lain.

Sumber: infopalestine.com