Jangan Posisikan Warga Muslim Sebagai Pihak yang Selalu Dicurigai

Ardy Purnawan Sani (kiri) bersama Saefullah, Sekda Provinsi DKI Jakarta. Sumber: suarajakarta.co

Pasca kerusuhan Tolikara, aparat memperketat pengamanan gereja di Jakarta. Tindakan ini dilakukan setelah adanya dialog sejumlah tokoh agama di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida), di Balai Pertemuan Metro Jaya, Selasa (21 Juli 2015).

Menanggapi hal ini, anggota Dewan Kota Jakarta Pusat, Ardy Purnawan Sani, mengaku belum pernah mendengar ancaman terhadap Gereja di Jakarta. Ia pun yakin bahwa kondisi Jakarta masih kondusif sebab warga muslim ibukota tak mudah diprovokasi oleh pihak manapun.

Lebih jauh, ia mengharapkan objektifitas aparat agar jangan menyudutkan warga muslim sebagai pihak yang selalu dicurigai.

“Saya juga berharap pihak keamanan dapat bersikap obyektif dan tidak memposisikan warga muslim sebagai pihak yang selalu dicurigai. Dalam konteks insiden pembakaran masjid di Tolikara, yang menjadi korban adalah pihak muslim, dan pelaku terornya harus ditangkap dan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tukasnya di Jakarta, Rabu (22 Juli 2015)

Anggota termuda di Dewan Kota Jakarta Pusat ini pun mengecam pihak-pihak yang mencoba memperluas konflik ke berbagai wilayah.

“Jika ini tetap mereka lakukan dengan tujuan memperkeruh suasana dan memecah belah persatuan kita, maka sesungguhnya ia adalah pelaku teror sesungguhnya. Dan saya yakin warga Ibukota dan ummat Islam khususnya sudah memahami hal ini,” pungkasnya.