Balada Speaker

Aku hanyalah alat, untuk penyambung kerasnya suara dari masjid, nun di ujung sana yang tak terdengar panggilan bagi mereka yang ingin tepat waktu melaksanakan shalat.

Aku juga bisa bahagia ketika suara syahdu azan dan murattal qur’an menembus relung hati setiap insan, hingga hidayah bisa menyapanya.

Aku juga bisa menjadi alat pengeras suara dikala demontrasi. Agar suara keras itu terdengar kepada penguasa yang abai kepada rakyat.

Aku juga bisa sedih kala suara itu keluar dariku memekakan telinga dengan suara musik dan suara yang tak jelas mengganggu orang lain.

Bahkan aku lebih berduka teramat dalam ketika pejabat penting kedua negeri ini yang juga ketua Dewan Masjid, menuduhku menjadi penyebab dibakarnya masjid Tolikara, Papua.

Aku hanya alat bukan teroris ataupun perusuh. Jangan salahkan aku wahai penguasa.

Holil Sumarna