Pengadilan Menangkan PSSI Atas Kemenpora

Kisruh persepakbolaan nasional telah ditengahi oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam putusannya, PTUN mengabulkan gugatan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terhadap SK Pembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Mengabulkan permohonan pemohon (PSSI), menyatakan tergugat (Kemenpora) diwajibkan mencabut surat keputusan itu,” lantang Hakim Ketua, Ujang Abdullah di PTUN Jakarta, Selasa (14 Juli 2015).

Majelis hakim mengeluarkan tiga poin keputusan. Pertama menolak eksepsi tergugat (Menpora) tentang tidak absahnya PSSI di bawah ketua umum La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mengajukan gugatan terhadap SK Menpora. Kedua, mengabulkan permohonan penggugat terhadap kasus ini. Sedangkan poin ketiga adalah Menpora wajib mencabut SK sanksi administratif terhadap PSSI yang telah diterbitkan.

Bersama putusan itu, pengadilan menghukum denda Kemenpora sebesar Rp 277.000, dan mempersilakan tergugat untuk mengajukan banding dalam 14 hari kerja.

“Masa banding selama 14 hari sejak keputusan dibacakan,” ucap Ujang Abdullah.

Putusan ini disambut gembira oleh PSSI.

“Ini bukan soal menang atau kalah. Perdebatan hukum sudah terlalu lama menyita waktu dan menimbulkan banyak korban. Pembangunan sepakbola sudah terlalu lama berhenti,” terang Aristo Pangaribuan, direktur legal PSSI kepada wartawan.

Pihak Kemenpora sendiri sebelumnya menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan banding. Mereka pun sebelumnya sudah bersiap mengantisipasi bila memang hari ini dinyatakan kalah dalam sidang tersebut.