Google dan Samsung Sensor Konten LGBT, Bagaimana dengan Indonesia?

Aneh tapi nyata. Di Indonesia, negeri muslim terbesar, dukungan deras mengalir terhadap legalisasi Lesbian, Gay, Bisexual. Transgender (LGBT). Hal sebaliknya terjadi di Korea Selatan.
Samsung dan Google di Korsel menutup pintu untuk sejumlah aplikasi bertemakan LGBT sejak 2013 sebelum LGBT diakui secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Norma dan hukum setempat menjadi alasan konten LGBT disensor di negeri ginseng tersebut. Adapun aplikasi yang disensor tersebut salah satunya aplikasi gay Hornet.

Seperti dilansir Ubergizmo, Minggu (12/7/2015), Hornet tak hanya dilarang di Korea Selatan, tetapi juga Argentina, Islandia dan Suriah. Namun di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya, aplikasi ini tersedia.

Samsung mengonfirmasi bahwa sensor aplikasi LGBT bersasarkan lokasi negara, mengikuti hukum di negara yang bersangkutan.

Hornet, Grindr dan aplikasi networking LGBT lainnya memang ada di Google Play Korsel, namun tidak dapat digunakan. Sementara aplikasi kencan gay populer bernama Jack’d kini sudah dihilangkan dari Google Play Store Korsel.

Sebelum dihilangkan beberapa tahun lalu, Jack’d punya lebih dari 500 ribu pengguna di Korsel. Mayoritas penggunanya berasal dari platform Android yang menggunakan ponsel Samsung.

Jadi, apa yang salah dengan negeri ini? (Kabar Umat/detik)