Haruskah Menyebut Nama Prabu Siliwangi Untuk Hindari Kecelakaan di Tol Cipali?

Tol Cipali yang baru diresmikan beberapa waktu lalu memang sering memakan korban. Lintasan yang lurus serta kurangnya rambu peringatan menjadi di antara sebab terjadinya kecelakaan tunggal. Pengemudi yang terlena oleh lintasan yang lurus rentan mengantuk dan hilang konsentrasi sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan.

Menanggapi hal ini, akun facebook yang mengatasnamakan Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH menulis saran yang menarik untuk menghindari kecelakaan di Tol Cipali.

HINDARI KECELAKAAN TOL CIKOPO-PALIMANAN, SEBUT NAMA PRABU SILIWANGI

banyak hal yang menyebabkan kecelakaan terjadi di tol yang disebut sebagai tol terjenuh itu. Salah satunya adalah kesiapan kendaraan dan pengemudinya. meliputi keyakinan akan selamat, persiapan yang matang, selalu berhati-hati dan tidak mengendarai kendaraan di atas kecepatan maksimal, serta yang paling utama harus menyebut atau nyambat nama Prabu Siliwangi sebanyak tiga kali.

Ini bukan lelucon, ini serius selain mematuhi aturan berkendara juga harus menyebut nama Prabu Siliwangi,

Kenapa harus sebut nama Prabu Siliwangi?

berbicara menyebut atau nyambat nama Prabu Siliwangi itu jangan disalah artikan ke hal-hal yang sifatnya mistik atau kemusrikan, akan tetapi harus paham dulu tentang makna Prabu dan Siliwangi.

Kalau Prabu itu diartikan secara bahasa dan budaya adalah yang maha Raja, sedangkan Siliwangi adalah pemberi kasih sayang. Nah siapa yang mempunyai Maha Raja dan pemberi kasih sayang? maka serulah YANG MAHA DAN MAHA PEMBERI KASIH SAYANG

Kita berharap Allah memberi kelancaran dan tidak ada lagi peristiwa yang memakan korban jiwa

Begitu yang tertulis di wall akun fanspage tersebut, Kamis (9 Juli 2015).

Tuntunan Islam Dalam Berdoa

Sejauh ini belum ada tanda terverifikasi dari facebook untuk akun itu, sehingga belum bisa dipastikan apakah milik bupati Purwakarta Jawa Barat.

Namun menarik untuk dikritisi. Dalam tulisan tersebut terdapat ajakan untuk melafalkan nama “Prabu Siliwangi” sebanyak tiga kali. Kemudian diterangkan bahwa yang dimaksud Prabu Siliwangi adalah YANG MAHA DAN MAHA PEMBERI KASIH SAYANG.

Bagi seorang muslim, ada tuntunan sendiri dalam berdoa. Seperti dijelaskan dalam Qur’an surat Al-A’raaf 180:

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

Nama yang disebut oleh seorang muslim adalah nama-nama milik Allah swt yang terangkum dalam Asmaul Husna. Sedangkan nama “Prabu Siliwangi” tidaklah termasuk dalam asmaul husna.

Mufasir menjelaskan yang dimaksud dengan orang yang menyimpan dalam menyebut asma-Nya adalah orang-orang yang menyembah Allah dengan nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah; atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah; atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk nama-nama selain Allah.

Tuntunan ini lah yang harusnya dilakukan oleh seorang muslim. Termasuk saat melintasi tol Cipali dan berdoa memohon keselamatan kepada Allah swt. Sebutlah nama-Nya yang terdapat dalam Asmaul Husna. Bukan nama yang lain.

Arti Siliwangi

Dalam situs Wikipedia dijelaskan arti nama Siliwangi adalah berasal dari kata “Silih” dan “Wewangi”, artinya sebagai pengganti Prabu Wangi. Gelar Prabu Wangi sendiri disematkan untuk seorang raja di Kerajaan Pakuan bernama Wastu Kencana. Ia adalah kakek dari Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.

Masyarakat mengenal Prabu Siliwangi adalah seorang Raja Pakuan. Ketika nama ini disebut tentu masyarakat langsung mengenalinya sebagai seorang Raja, bukan “YANG MAHA DAN MAHA PEMBERI KASIH SAYANG” seperti yang dimaksud dalam akun tersebut.

Sekali lagi, seorang muslim seharusnya patuh pada ajaran Islam yang diimaninya. Termasuk saat berdoa.

 

Ghiroh Tsaqofy