Di Sini

Ilustrasi. [foto: viva.co.id]

Kita bahas lantainya, halus lembut karpetnya, wangi ruangannya, ornamennya, dingin dan gerahnya, lampu-lampu dan temaramnya, dan kita bahas dinding-dindingnya.

Kita bahas pembicaranya, ustad imamnya, ceramah dan kultumnya, berapa dan apa di rakaat-rakaatnya, merdu dan manisnya suara sang imam, berapa hafalan dan dari mana datangnya sang ustad.

Kita asyik memperbincangkan menu, makan minumnya, sahur dan bukanya, cemilan dan selingannya, dan hangat dan dingin porsi-porsinya.

Kita bahas banyak sedikitnya yang datang, siapa yang datang, berapa dan siapa, lalu siapa dan berapa.

Kita bahas semua.

Padahal taqwa ada di sini. Di sini. Di dekat ini.

Selamat itikaf, teman.
Jangan abai.
Jangan lalai.
Dan jangan tertipu.

Jakarta, 10 Juni 2015
Eko Novianto