Catatan Hati Seorang Sahabat Guru Honorer

Alhamdulillah THR sudah kita terima, senang rasanya melihat keluarga kita bersiap merayakan kemenangan. Mengelitik  rasanya melihat anak-anak kita berimajenasi apa yang akan mereka lakukan di hari lebaran dan bahkan sampai persiapan apa yg akan mereka lakukan sebelum hari lebaran tiba.

Sampai…. aku ingat seorang sahabat yang sebenarnya tidak terlalu jauh tempat tinggalnya, aku di Ciganjur dan sahabatku tadi di Pamulang, dia adalah orang pertama yang mengenalkan aku ke dunia dakwah melalui lembaga dakwah kampus temp at kami kuliah

Sebut namanya Alip, dia seorang guru bahasa Inggris honorer di TPA sebuah masjid besar di wilayah Bintaro, sekitar 2-3 bulan lalu, Alip sahabatku pernah bersilaturahim kerumah dan menceritakan kondisi keluarganya dengan 3 orang anak yg masih kecil

Hari itu Alip menyampaikan butuh bantuan untuk harian di akhir bulan, karena honorer mengajar yang hanya 400 ribu sebulan turunnya awal bulan nanti, padahal uang sudah habis sama sekali, sehingga untuk makan pun sulit..alhandulillah aku bisa bantu walau sedikit, plus stock makanan beku dagangan istriku aku bungkus dan aku kasih Alip untuk sekedar makan keluarganya dirumah.

Sekarang pertengahan ramadhan sudah berlalu, keluarga ku sibuk mempersiapkan rencana i’tikaf bersama keluarga, karena untuk persiapan lebaran sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh istriku.

Namun entah kenapa setelah THR ku turun kemaren, kenapa pikiranku terus teringat dengan Alip sahabatku, bagaimana keluarganya? apakah dapat THR dari tempatnya mengajar sekarang? Atau jikalau ada, apakah cukup membuat keluarganya bergembira menyambut hari kemenangan besok?

Kemaren aku terima broadcast WA dari adik-adik yg bergabung di FSLDK (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus) yang isinya mengajak kita ikut serta dalam program #THRguruHonorer, sebuah program yang memberikan apresiasi kepada guru honorer yang ternyata bernasib sama seperti sahabat ku Alip, aku semakin penasaran dan membuka link yang dibroadcast oleh adik-adik FSLDK yang menulis seperti ini:

THR Guru Honorer – @FSLDKindonesia Saat bahagia SAMBUT lebaran,saat yg sama guru honorer msh brjuang SAMBUNG hidup http://app.sahabatguru.org/p/414/THR_Guru_Honorer/r=89

Aku tersadar ternyata bukan hanya Alip sahabatku yang bernasib sama, ada jutaan orang guru honorer, da’i di pedalaman yang belum tentu merasakan kegembiraan dihari kemenangan yang fitri, karena kondisi keluarganya yang harus menerima jika orang tuannya hanya sebagai guru honorer.

@mang_edisman
Executive chef Dapur Peduli

Sumber: SahabatGuru